Sejak bulan Februari tahun 2010, badan antariksa Amerika Serikat, NASA, telah memotret matahari dari angkasa luar dengan memanfaatkan fasilitas Solar Dynamic Observatory (SDO) lalu mengirimkan hasil fotonya ke markas NASA di bumi. Frekuensi pemotretan yang dilakukan NASA adalah 1 foto per detik tanpa henti. Dan selama 1828 hari (Februari 2010 sampai Februari 2015) pemotretan, NASA telah mengumpulkan 200 juta foto resolusi matahari dari jarak dekat dengan resolusi tinggi yang menghasilkan file berukuran total 2600 Terabyte. Masing-masing file foto yang dihasilkan NASA berukuran 4096 x 4096 piksel.

Untuk memperingati 5 tahun proyek ini, kemarin NASA merilis video time-lapse matahari yang disusun dari koleksi ratusan juta foto tersebut. Hasilnya mencengangkan. Dari letupan-letupan lidah api yang keluar dari permukaan matahari, pergerakan gas sampai munculnya sun spot terlihat jelas dengan dalam video time lapse definisi tinggi ini. Silakan: