Pasar Bandeng Gresik
Pasar Bandeng Gresik

Sejarah tidak hanya meninggalkan budaya tapi juga sebuah tradisi yang akan menjadi jati diri suatu daerah, tradisi adalah suatu kebiasaan sesorang atau masyarakat  kebiasaan yang turun-temurun dalam sebuah masyarakat. Tradisi merupakan kesadaran kolektif dalam masyarakat, terus menyatu, tradisi bisa membantu memperlancar pertumbuhan pribadi anggota masyarakat, keluarga, sebagai pembimbing pergaulan bersama dalam masyarakat dan alat pemersatu masyarakat.

Tradisi dan budaya daerah adalah kekayaan nasional yang berharga dan tidak kalah berharga dengan tambang minyak ataupun emas yang dimiliki sebuah negara, Bumi Gresik tercinta merupakan mutiara berkilau yang menyimpan beraneka ragam tradisi turun temurun.

1. Tradisi Kolak Ayam

Ketika memasuki bulan ramdhan di Gumeno Setiap tanggal 23 ramadhan ,Kecamatan Manyar masyarakat desa tersebut memiliki tradisi memasak kolak ayam dan orang Gumeno menyebut kolek ayam atau sangring. Memasak kolak ayam merupakan bagian tradisi yang turun temurun sejak tahun 1451 M bertepatan dengan berdirinya Masjid yang dibangun oleh Sunan Dalem dan yang di namai dengan Masjid Jamik Sunan Dalem berapa pendapat mengatakan bahwa pemasak kolak ayam ini harus kaum laki-laki tidak boleh kaum perempuan. Berdirinya Masjid Jamik inilah yang menandai awal tradisi kolek ayam oleh Sunan Dalem.

Penduduk yang mempunyai ayam jago diminta untuk dikumpulkan di halaman Masjid untuk di sembelih. Yang mempersiapkan bumbu-bumbunya semua orang laki-laki warga Gumeno.Bumbu-bumbu racikan ini antara lain daun berambang yang di iris kecil-kecil,gula Jawa,jinten,dan kelapa untuk diambil santennya.Resep masakan ini di kenal dengan nama Sangring.

Ayam semuanya di potong di bubuti bulunya, di beteti jerohannya kemudian di rebus.setelah cukup masak ayam di suwir-suwir untuk diambil dagingnya saja. Setelah semua daging siap dan bumbu-bumbu selesai di racik, acara mamasak kolak ayam dimulai. Untuk memasaknya di pakai kuali dari tanah liat yang di pergunakan untuk merebus kolak ayam dengan kayu sebagai bahan bakarnya. Karena jumlah ayam yang disembelih cukup banyak maka di persiapkanlah tungku masakan ,sehingga kesannya ramai-ramai bikin masakan. Kolak ayam disuguhkan saat berbuka puasa secara bersama-sama.

2. Mocopat

Suatu tradisi membaca Karya sastra kuno yang ada hubungannya dengan agam Islam dengan berlagu yang biasa dilakukan rakyat yang berkembang didesa Lumpur, tanpa diiringi gamelan atau alat-alat lain. Disamping membawakan mocopat diapun menjelaskan isi dan maksud apa yang terkandung dalam bacaan tersebut. Adapun bahan yang dibaca dengan berlagu ini adalah naskah-naskah kuno antara lain Sindujoyo yang dibaca secara bersambung karena tidak cukup semalam dan besok malamnya disambung lagi. Naskah yang dibaca dalah berhuruf Arab Pegon, dengan bahasa Jawa Kawi dalam bentuk tembang tapi dibawakan secara Gaya Gresikan (ada Macapat bergaya Jawa Tengahan. Adat Mocopatan ini biasanya dilakukan orang pada kesempatan acara Khol, mempunyai Hajat, misalnya : menentu, khitanan dan sebagainya. Khususnya pada orang yang mempunyai hajat perkawinan, Mocopatan ini dilakukan semalam menjelang peresmian penganten (midodaren). Adapun maksudnya yaitu merupakan upaya agar dapat berjaga semalam suntuk.

3. Tradisi Pasar Bandeng

Tradisi Pasar Bandeng adalah tradisi yang paling saya senangiYang diadakan dua hari sebelum Hari Raya Lebaran seharusnya menjadi ajang pengenalan hasil produksi masyarakat Gresik dan untuk menegaskan kembali mhubungan erat antara tradisi agama dan ekonomi. Selama dua hari itu penduduk Gresik yang mempunyai tambak bandeng berlombz-lomba menjual hasil panen Bandengnya ke Pasar Bandeng ini. Tradisi Pasar Bandeng merupakan persiapan masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Lebaran. Disana tidak hanya menjual ikan bandeng, semua produk yang dihasilkan masyarakat Gresik di pamerkan dan dijual, seperti pakaian anak, kopiah, terompah, sandal, sepatu, ketimang, masakan dan jajanan khas Gresik serta berbagai keperluan lain untuk meryakan Iedul Fitri. Boleh dikatakan tradisi Pasar Bandeng ini merupakan pameran Hasil produksi Gresik (Bresik expo). Saling bertukar barang jualan antar pedagang seperti kopiah,sarung, sandal, tang akan digunakan untuk nganyari di area expo apabila hampir usai itulah tradisi masyarakat Gresik dulu.Yang penting Hari Raya bisa memakai barang baru.Bagi masyarakat Gresik aktivitas ini justru tumbuh saling mendukung sebagaimana Sunan Giri dan Nyi Ageng Pinatih mencontohkan perannya sebagai tokoh agama sekaligus sosok pedagang besar. Dahulu pasar bandeng diadakan di daerah pasar tradisional Gresik bagian timur karena pasar gresik pernah mangalami kebakaran pernah dipindah di pasar tradisional sebalah barat namun semua itu tidak merubah kebiasaan tradisi pasar bandeng tersebut biasanya  acara pasar bandeng biasanya selalu di awali dengan acara malem selawe (Malam ke 25 bulan Ramadhan) yang dilaksanakan di Situs makam Sunan Giri, ada sedikit cerita di tradisi malam 25, konon Sunan Giri ketika malam 25 bulan ramdhan keluar untuk melihat situasi daerah sekitarnya, ketika itu Sunan Giri heran ini ada apa kok rejo(ramai), lalu sang sunan bertanya kepada penduduk sekitar lalu salah atu penduduk menjawab ini malam 25, Sang Sunanpun berbicara Oh malam 25 ini pasti ramai ya, sehingga sampai sekarang malam 25 selalu ada keramian para penjual bukan hanya itu tiap malam ganjil akhir ramadhan biasanya diadakan sholat malam secara jama’ah.

4. Rebo kasan

Rebo Kasan atau juga disebut Rebo Pungkasan atau ada yang menyebut dengan Rebo Wekasan sudah dikenal masyarakat Gresik dan sekitarnya sejak abad ke XIV ketika diketemukan sumber air oleh kerabat Kanjeng Sunan Giri, tepat pada Hari Rabo terakhir (pungkasan) bulan Shofar. Sejak itu Ritual Rebo Kasan dilakukan setiap tahun dengan melakukan tasyakuran, mandi malam tepat pukul 24.00 dan dilanjutkan dengan shalat malam sekaligus sujud syukur sebagai ucapan terima-kasih kepada Allah SWT dengan memohon agar diberikan keselamatan serta dijauhkan dari segala macam penyakit.
Pelaksanaan Ritual dipusatkan Desa Suci Kecamatan Manyar.

5. Damar Kurung

Seni lukis Damar Kurung dengan pelukisnya Masmundari  yang merupakan ikon seni rakyat Gresik, menambah kekayaan budaya Indonesia terutama budaya Gresik. Masmundari yang lahir di desa Lumpur Kecamatan Gresik bukanlah satu-satunya pembuat Damar Kurung, ada tiga orang lagi yang menjadi warga dan tinggal di desa tersebut namun ketiganya belum sempat menikmati kejayaan damar kurung sudah wafat. Dulu untuk mendapatkan damar kurung harus menanti pada bulan puasa saat itu Masmundari hanya membuat damar kurung menjelang hari Raya Islam, karena isi cerita pada lukisan damar kurung banyak berhubungan dengan kegiatan Islam misalnya kegiatan shalat tarawih, menabuh bedug, kupatan dan lain-lainnya.
Banyak karya Masmundari sudah tersebar sampai ke Mancanegara di antaranya di Belanda, Jerman, Jepang. Masmundari tidak hanya menggambar pada keempat sisi kertas dalam damar kurung tetapi juga memindahkan gambarnya ke lembaran kertas lepasan dan kanvas sebagai suatu karya yang mempunyai aliran tersendiri dan dikenal dengan aliran naïf.

 

Ada yang bisa menambahkan?