Rumah Gajah Mungkur
Rumah Gajah Mungkur

Gajah Mungkur artinya menurut kata adalah Gajah = binatang Gajah dan Mungkur = membelakangi. Jadi Gajah Mungkur adalah Gajah yang hadapnya membelakangi

Dan kenapa rumah kuno yang indah dan terawat yang berada di jalan Nyai Ageng Arem-Arem disebut demikian?? Marilah kita simak cerita di bawah ini….

Kalau bercerita mengenai Rumah Gajah Mungkur tentunya kita tidak bisa lepas dari asal mula kampung Kemasan (akan diceritakan lebih lanjut).

Bangunan tersebut dibangun oleh H. Djaelani putra keempat dari H. Oemar Bin Ahmad (yang membuat rumah rumah di kampung Kemasan), bangunan Gajah Mungkur yang kental dengan gaya kolonial, didirikan pada 1896 (ditempati pada 1902) hingga kini masih seperti aslinya.

Di halaman rumah megah itu terdapat gajah yang menghadap ke rumah tersebut dan membelakangi jalan raya. Patung Gajah tersebut juga masih ada sampai sekarang,karena itulah rumah tersebut disebut dengan Gajah Mungkur, tetapi siapa yang memulai  menyebut dengan sebutan Gajah Mungkur masih belum ada sumber yang pasti.

SONY DSC

Banyak orang berpendapat, rumah Gajah Mungkur bermusuhan dengan keluarga yang tinggal di Kampung Kemasan yang memang lokasinya ada diseberang jalan dan agak ke selatan. Tetapi hal itu dibantah oleh Pak Nod pihak dari Kampung Kemasan, beliau menyebutkan bahwa H. Djaelani membuat Patung Gajah yang menghadap rumah dan membelakangi jalan karena ingin jika sedang santai diteras bisa dengan enak melihat patung Gajah.

Sampai sa’at ini rumah tersebut masih terawat dan indah, bahkan seringkali dijadikan tempat untuk foto hunting dan Prewedding. Beberapa waktu yang lalu Komunitas Fotografi Mat Kodak Gresik juga mengadakan sesi hunting disana.