Beberapa tahun lalu secara tidak sengaja saya menemukan beberapa kerdus Rol Film hasil jepretan ayah saya mulai tahun 1950-an, kerdus tersebut itu disimpan di plafon. Disitu saya temukan beberapa kerdus rol film sudah kena tetesan air hujan, dan lumayan banayak rol film  yang sudah rusak. Sebagian masih terlihat detail fotonya tapi basah dan sebagian lagi sudah hlang sama sekali.

Sebelum meninggal abahku tidak pernah memberitahu soal hal ini dan saya juga tidak pernah menanyakannya meski aq juga sudah hobi motret sejak kelas 3 SD. Kita berdua menyimpan film foto sendiri sendiri.

Abahku dulunya seorang wartawan di beberapa media koran nasional, disamping itu hobinya juga fotografi, segala hal yang menurut beliau menarik selalu diabadikan. Setiap hari kamera harus ada film terpasang sehingga jika ada moment bagus bisa segera diabadikan.

Bisa dibayangkan jika dianggap rata rata 3 hari 1 rol (1 rol = 40 foto) maka yang terkumpul dalam waktu 50 tahun adalah (40 X 365 X 50) : 3  = 243.000 foto.

Foto foto tersebut masih tercampur dari beberapa tema foto, mulai foto keluarga, dokumentasi masyarakat, liputan kewartawanan, acara hiburan, foto wedding dll.

Sebagian sudah pernah dicetak dan masih ada cetakannya, dan sebagian masih dalam bentuk klise film.

Memotret dan mencetak foto pada saat itu masih sangat mahal, oleh karena itu ayahku mencetak sendiri semua fotonya. Pada saat belum mempunyai peralatan cetak (Enlarger) beliau mencuci sendiri fim dan mencetaknya dengan menggunakan alat cetak sederhana yang terbuat dari Box kayu yang didalamnya terdapat kaca dan lampu. Cara mencetaknya cukup menmpelkan klise dan kertas foto dan menyinarinya didalam Box, kekurangan alat ini adalah foto yang didapatkan hanya sebesar film yang ada.

Sekitar tahun 1959 beliau membeli sebuah Enlarger bekas seharga Rp. 1.100.000 agar bisa mencetak foto lebih baik.

Andy0052 copy

Beliau memanfaatkan salah satu kamar dirumah untuk dipakai sebagai Min Lab dan Kamar Gelap.

scanned0225 copy

Kembali ke topik penemuan film foto…

Yang ada dipikiranku saat itu bagaimana menyelamatkan data foto yang sebegitu banyaknya, untuk dicetak jelas tidak mungkin karena persoalan biaya. Pertama kali yang kulakukan adalah memilah film foto yang rusak, setengah rusak dan yang masih bagus.

Film yang rusak aq buang langsung agar tidak menular ke film lainnya, perlu diketahui bahwa film yang rusak karena air atau lembab akan menjadi bersifat lengket (Pliket) dan jika film ini menempel ke film lain maka film yang lain akan ikut bersifat lengket.

Pertama kali yangkulakukan adalah mengeringkan dengan cara menggantung dan mengangink = anginkan film itu dan hal ini bisa berlangsung hingga 1 bulan untuk mendapatkan hasil benar benar kering, karena film foto tidak boleh terkena Cahaya panas langsung karena akan membuat film tersebut melintir atau berkerut.

File yang masih bagus rencana akan aq repro atau scan, disini kendalanya adalah alat. Saat itu aq belum punya alat Scanner untuk Film foto yang bagus dan harganya sangat mahal. Dgitalisasi distudio foto besar pun biayanya akan sangat besar jika dalam jumlah yang banyak, belum lagi jika sampai file tersebut dicopy dan disebarkan. Pernah juga memnjam teman Scanner Film kelas biasa, tapi hasilnya kurang memuaskan, masih ada timbul garis garis di hasil scannya.

Kemudian saya mencoba untuk mengakali sebuah Scanner biasa untuk dijadikan sebuah Scanner Film Foto.

Cara Membuat Scanner Basa Menjadi Scanner Film Foto

Pada dasarnya Scanner Film Foto dan Scanner Dokumen biasa itu adalah sama, hanya bedanya pada Scanner Film lampu barada pada atas obyek yang mau discan, sedangkan Scanner dokumen lampu berada dibawah dan mengikuti sensor.

Dari prinsip ini saya bereksperimen dengan beberapa cara, dan setelah beberapa lama akhirnya berhasil membuat Scanner film foto dengan hasil yang cukup baik.

peralatan yang saya siapkan adalah

Soft Light

Lampu ini adalah sebuah lampu biasa yang mengeluarkan cahaya yang soft dan merata tapi terang. Bisa dengan memakai lampu TL yang diberi Diffuser sesuai ukuran Scanner, atau memakai lampu LED. Dsini saya menggunakan LCD Laptop yang saya modifikasi sehingga bisa menghasilkan cahaya yang diinginkan.

IMG_4438 copy

IMG_4440 copy

Power Suply

Power Suply yang dgunakan adalah Power Supy yang bisa di Adjust tegangannya, hngga bisa didapatkan Voltase mulai 0-12 Volt. Power Suply kita gunakan jika kita memakai lampu LED atau lampu asli Laptop dan regulatornya. Jika kita menggunakan lampu TL maka kita bisa menggunakan Dimmer, bisa dbeli di toko lampu.

IMG_4447 copy

Scanner Dokumen

Memang saya tidak menjamin semua Scanner bisa dimodif seperti ini, pada Eksperimen kali ini saya menggunakan Scanner Canon Lite -25

IMG_4441 copy

Cara Penggunaan

Cara penggunaannya cukup mudah, kita hanya perlu menempatkan film Foto yang mau discan diatas scan dan menaruh soft lamp diatasnya kemudian nyalakan Soft Lightnya dan setel terang redupnya sesuai kondisi film foto, dan jalankan aplikasi  Scanner seperti biasa. Untuk settingan kita pakai Resolusi tertinggi, dsini saya gunakan 1200dpi.

IMG_4442 copy

IMG_4444 copy

IMG_4445 copy

IMG_4446 copy

IMG_4450 copy

Pengolahan File

File yang kita dapatkan nantinya masih akan berupa file negatif, tentunya kita perlu memprosesnya lagi dengan Software, bisa menggunakan beberapa Aplikasi seperti ACDese, Photoshop atau software lainnya, disini saya menggunakan Adobe Photoshop

IMG_4451 copy

Setelah kita masukkan dalam software yang kita lakukan adalah meng-Invert-nya sehingga menjadi file postif

IMG_4452 copy

Setelah itu kita rubah Image SIze dan Resolusi Foto menjadi 300dpi. Perhatikan gambar dibawah

IMG_4456 copy

IMG_4457 copy

IMG_4458 copy

Dan inilah hasil akhirnya

Andy0048 copy

halaman berikutnya