Terbukti bahwa pengerjaan saluran air di daerah Kemuteran dan sekitarnya terkesan tidak hanya asal asalan, tapi bisa dibilang “Ngawur”. Hal ini terbukti dengan beberapa keluhan masyarakat dan temuan saya dilokasi pengerjaan.

Meski sudah banyak masyarakat yang komplain dengan pengerjaannya, mereka seolah acuh tak acuh menanggapinya. Beberapa orang yang saya ketahui komplain dan mencari mandor dan juga pelaksana yang sering tidak ada dilokasi pengerjaan, menunjukkan bahwa hampir di semua titik pengerjaan mereka tidak bekerja dengan semestinya.

Beberapa orang yang sempat saya temui dan menanyakan keluhan mereka adalah guru TK Aisyiyah dan warga Kroman, guru TK Aisyiyah sempat mengungkapkan kekesalannya karena seringnya murid TK yang jatuh dilokasi pengerjaan saluran air di Pasar Sore. Pengerjaannya dihentikan dan pindah kelokasi lain padahal saluran disitu “Ditinggal Gledak”.

Warga Kroman jg mengalami hal yang sama, hanya saja mereka kesal karena saluran yang awal tertutup oleh pengerjaan baru, tapi pengerjaan belum selesai dan belum dikoneksikan sudah ditinggal dan pindah ke titik yang lain. Otomatis saluran dari rumah mereka terhambat selama beberapa hari.

Juga dari warga kampung Kemuteran Kidul yang sudah memperingatkan kalau dilokasi yang akan dikerjakan ada saluran PDAM dan kabel telepon, hal seperti ini mestinya dikerjakan manual saja karena hanya beberapa Cm. Entah bagaimana ceritanya pengerjaan tetap menggunakan “Bego” dan alhasil saluran PDAM dan Jalur telepon kena garuk juga.

 

 

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Sedangkan saya sendiri sempat mengingatkan kenapa mau digali lagi lha wong jalur baru sudah ada dan tinggal mengkoneksikan, dan jawaban mereka para tukang pasti sama, kita hanya melaksanakan apa yang diperintahkan.
Siapa yang memerintahkan??? saya balik bertanya
Mandor mas yang memerintahkan jawab mereka…
Sekarang mandornya mana???
Gak ada mas orangnya….
LHOO???? Trus tugase mandor iku opo sakjane????

Setelah saya tunggu beberapa lama akhirnya mandornya muncul juga, dan saya mengingatkan apa sudah benar proyek yang dikerjakan???
Mandor pun jawabane hampir sama….
Saya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan  Pelaksana Proyek mas…
Pelaksana Proyek mana saya balik bertanya…
Gak ada mas…
Kapan kesininya??? Tolong dihubungi saya ingin ngomong…
Ya mas nanti tak sampaikan…
Dan penggalianpun dilakukan hingga malam hari.

Sekitar jam 20.30 pelaksana datang dan bilang ke Mandor dan tukang klo yang digali salah, padahal sudah digali separuh dari jalan sepanjang +/- 15 meter. Sayapun akhirnya bilang klo sudah saya ingatkan pagi harinya dan mandor ngeyel, pelaksana juga gak ada, akhire salah keruk. Baca selengkapnya disini

SONY DSC

Dan hari ini hal kelalaian kelalaian tersebut terulang lagi, dan ini malah parah karena bisa mengakibatkan kecelakaan bahkan bisa2 menelan korban jiwa. SERIUSS…

Ceritanya gini…
Kemarin tgl 17-11-2016 saluran di Jl. Kh. Fakih Usman sebelah utara akan dikoneksikan dgn jalur yang menuju saluran ke Kalitutup yang melintang jalan dan tertutup aspal. Pengerjaan saya pikir sudah selesai karena malam harinya jalur yang dibobol sudah dicor. Sekitar jam 3 tukang pulang dan saya pikir pengecoran selesai.

Pagi hari saya lihat ternyata cor2an ambrol, ternyata gara2 dasaran cor2an yang memakai triplek tipis. Terlihat disitu bahwa tukang tidak memperhitungkan beban berat Cor2an, harus kayak gimana bahan dan penopang yang layak untuk cor2an setebal 15cm. Adonan juga asal asalan, tidak saya temui sama sekali Gragal didalam adonan, hanya pasir saja.

img_6084-copy
Galian koneksi saluran yang dicor
img_6087-copy
Triplek setebal 5mm yang dibuat dasaran mengecor

Yang lebih mengejutkan lagi adalah sesuatu yang saya lihat disebelah dalam saluran penghubung saluran air yang lama, ternyata cor coran  penopang aspal yang lama ambrol didalam karena gempuran Linggis dan Palu Godam saat mereka membuat koneksi ke saluran yang lama.

img_6083-copy
Cor coran penopang aspal sepenjang 1,5M yang ambrol dan dibiarkan ada didalam saluran.

Bisa dibayangkan jika hal itu dibiarkan tentunya akan membuat saluran tersebut tidak lancar karena sampah2 bisa nyanthol dan menyumbat disitu. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah lapisan Aspal yang tidak ada penopangnya yang akan bisa mengakibatkan aspal Amblas jika dilewati terus menerus oleh mobil atau kendaraan berat lainnya. Besar kemungkinan kendaraan akan terperosok dan terguling yang bisa mengakibatkan kecelakaan bahkan bisa menelan korban nyawa. Dan hal itu dibiarkan dan ditutup begitu saja seolah olah mereka tidak mau tahu kemungkinan apa yang akan terjadi di kemudian hari, Seng penting garapane kethok berrresss…..

Sekarang saya tahu kenapa tadi malam saat saya merogoh kedalaman dasar dengan kayu mereka terlihat panik, semalam saya tidak bisa melihat karena gelap dan air pasang sehingga tertutup oleh air.

Saat mereka datang tadi pagi saya larang untuk meneruskan pekerjaannya, saya ingin pertanggung jawaban mereka dan ingin menemui mandornya yang selalu gak ada saat pengerjaan. Setelah ketemu Mandor saya bertanya “Sampeyan iki sakjane mbangun tujuane opo??? Nek tujuane melancarkan saluran air gak kayak gini cara kerjanya, malah dadi gak lancar dan tersumbat”

Mandor tidak menjawab dan mengalihkan perhatian dengan menyuruh anak buahnya segera bekerja. Klo ketahuan yang mengerjakan nakal begini apa gak ada petugas dari pemerintahan yang mengawasi setiap pekerjaan pekerjaan ini??? Mosok sakmono akehe petugas gak onok seng nganggur gawe mantau pekerjaan ini??? Klo memang gak onok seng nganggur trus sopo seng biasae kethok keluyuran, ngopi dan andhok dirumah makan saat jam kerja????
Heran kan????

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here