Mengenal Dasar Memotret Yang Baik

4
1394

Kamera Obscura adalah sebuah kotak yang tertutup dan pada salah satu dinding kotak tsb terdapat lubang kecilnya, penemu kamera Obscura pertama adalah seorang Sarjana bangsa Arab bernama “Ibnu Al-Haitam” pada abad ke-10. Kemudian pada abad ke-13 “Roger Bacon” dari iInggris juga menemukan kamera Obscura terlepas dari “Ibnu Al-Haitam”, selanjutnya pada abad ke-15 “Leonardo Da Vinci” juga menemukan kamera Obscura dan dia mengisahkan pendapatnya itu dengan tulisan rahasia yang hanya bisa dibaca dengan cermin. “Leonardo Da Vinci” membuat sebuah lobang kecil pada sebuah kamar tertutup (tanpa Cahaya/kamar Gelap) dan dia mendapatkan sebuah bayangan pada dinding satunya, bayangan atau gambar itu terbalik atas bawahnya dan tertukar kiri kanannya. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut juga dilengkapi dengan adanya cermin pantul dan kaca kabur, dengan adanya kaca kabur tsb orang bisa menjiplak bayangan tsb untuk digambar atau dilukis dengan cara menaruh kertas diatasnya, orang tinggal menjiplak saja. Hal ini tentu memudahkan orang untuk menggambar tetapi “Camera Obscura” (Camera=Kamar Obscura=Gelap) belum menjadi alat pemotret, hanya saja orang bisa “menggambar mudah dengan pertolongan cahaya”, karena itulah disebut “Photoghraphy (dari kata Photos dan Graphos)” yang berarti “menulis dengan cahaya”.

Kamera Obscura
Kamera Obscura

Adapun bahan peka cahaya sudah diketahui sebelum abad 12, Zuber seorang ahli kimia bangsa Arab telah menemukan Perak Nitrat yg berubah sifatnya bila kena cahaya. Kemudian Fabricius didapatkan pula Perak Chlorida yang berubah sifatnya jika kena cahaya, pada tahun 1727 Dr. Johan Heinrich Schulze menemukan jika Perak Nitrat jika dicampur dengan kapur akan berubah warnanya menjadi merah tua dan Lembayung biru, namun gagasan untuk kearah fotografi belum ada. Setengah abad kemudian Carl Wilhelm Scheele menemukan jika PerakNitrat perubahannya sangat cepat oleh sinar Lembayung.
Pada tahun 1802 Wedgwood seorang bangsa Inggris melakukan percobaan dengan melumerkan Perak Nitrat pada sehelai kain, kertas atau kaca serta meletakkan daun atau barang tipis lainnya diatasnya. Daun atau barang tipis lainnya tergambar terbalik di media yg telah dilapisi Perak Nitrat tsb. Wedgwood melakukannya juga menggunakan kamera, tetapi gambar yg didapat belum tetap,setelah beberapa lam gambar itupun akan berwarna hitam sama dengan medianya.
Pada tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto Diapositif pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.
Sedikit Pengenalan Mengenai Lensa

Loop
Loop

Jika sebuah Kaca pembesar atau Loop diarahkan pada sebuah kertas dengan jarak tertentu maka akan didapatkan sebuah titik tempat berkumpulnya sinar, hal inilah yang disebut titik bakar atau titik api atau disebut juga focus. Didalam istilah kamera jarak focus lensa disebut Focal Length.
Focal Length lensa bermacam macam mulai Robbin Hill, Fish eye, Wide, Normal dan Tele, sedangkan lensa yg bisa berubah ubah FocalLenghtnya dinamakan lensa Zoom, dengan lensa Zoom kita tidakperlu mengganti ganti lensa untuk mendapatkan obyek, hanya saja ketajaman yg didapat tidak setajam lensa fix.
Kesalahan Lensa
a. Spherical Aberration ( Penyimpangan Bola )
9Kesalahan ini disebabkan oleh melengkungnya (Parabolic) sebuah lensa, dimana sinar yang lolos dari pinggir lensa lebih kuat mematah daripada sinar yang tengah. Dan menurut hokum pembiasan sinar lolos dari pinggir jaraknya lebih dekat ke obyek,dalam hal ini film atau sensor kamera. Untuk Foto Art kesalahn lensaini dimanfaatkan untuk mendapatkan bokeh.

b. Chromatic Abberation ( Kesalahan Warna )

Penguraian Warna oleh Prisma
Penguraian Warna oleh Prisma

Jika ada sebuah sinar putih yang diloloskan melalui sebuah Prisma, maka sinar itu akan terurai menjadi sebuah pelangi, sebuah lensa positif juga menguraikan warna seperti sebuah pelangi karena bentuknya seperti Prisma. Untuk mengurangi kesalahan warna ini pabrik membuat 2 jenis lensa yg berbeda sifat kacanya, yaitu Kaca Flint dan Kaca Crown.
Lensa Negatif menggunakan Kaca Flint yang daya mengurainya besar, sedangkan pada lensa positif menggunakan Kaca Crown yang daya mematah lebih kecil. Kedua lensa ini digabung menjadi sebuahlensa Achromatic.
c. Distortion ( Kepalsuan Gambar )
Jika kita memotret dan mendapatkan sebuah garis yang mestinya lurus menjadi bengkok hal ini disebut Distortion.Hal ini sebenarnya bukan disebabkan oleh lensa, tetapi hal ini disebabkan karena penempatan Diafragma.
14Hasil gambar kiri yang menyerupai Bantal disebabkan oleh penempatan diafragma dibelakang lensam dan hasil gambar kanan yang seperti Tong disebabkan penempatan diafragma didepan lensa.
Untuk meminimalisir kesalahan tersebut maka pabrik membuat 2 buah lensa Achromatic yang disebut Rapid Rectilinear Lens yang artinya Lensa Menurut Garis Lurus, atau biasa disebut juga lensa Aplanat.

Rapid Rectilinear Lens
Rapid Rectilinear Lens

d. Astigmatisme
Astigmatisme adalah mengenai titik cahaya yang datangnya jauh dari sumbu lensa, sinar yang dipantulkan oleh titik cahaya yang serupa datangnya serong diatas permukaan lensa. Karena kesalahan terjadinya dari titik cahaya yang jauh dari sumbu lensa maka kekaburan terjadi pada pinggir2 foto. Astigmatisme bias dikurangi dengan mengurangi pelolosan cahaya di lensa dalam hal ini diafragma,tetapi hal itu tentunya akan mengurangi juga kekuatan lensa, oleh karena itu dicarilah solusi lain.
Astigmatisme bisa diperbaiki dengan cara menggunakan lensa yang lebih baik kualitasnya daripada lensa Flint maupun Crown,dalam hal ini lensa Jena. Disebut demikian karena lensa itu dibuat di kota Jena Jerman.

Susunan Lensa Dari Miniscus Hingga Sonnar

15

 

Diafragma – Diafragma adalah sebuah alat yang terdiri dari bilah – bilah seperti pisau yang dapat menutup dan membuka sesuai dengan yang diinginkan. Kalau diibaratkan sebuah air,maka diafragma adalah sebuah kran yang mengatur besar kecilnya air yang keluar.
aperturesAngka2 yg ada merupakan kekuatan angka kekuatan sinar yang masuk melalui lensa, semakin kecil nilai amgka maka semakin besar cahaya yang masuk. Sedangkan amgka penghitungannya adalah sebagai berikut :

F = Focal Length : Diameter Lobang diafragma

Penentuan berapa bukaan yang kita gunakan tergantung dengan obyek dan kategori yang akan kita foto, dan seberapa kuat penerangan yang ada.

 

Depht Of Field ( Ruang Tajam ) – Besar bukaan lensa akan selalu berhubungan dengan ruang tajam, semakin kecil nilai bukaannya maka ruang tajam akan semakin sempit, begitu pula sebaliknya.

depth-of-field

Shutter Speed ( Kecepatan ) – Dalam suatu kamera SLR atau DSLR dilengkapi dengan sebuah bilah yang dapat membuka dan menutup untuk meloloskan cahaya yang masuk, alat tersebut biasa disebut Shutter atau Jendela Rana, letaknya ada diantara lensa dengan Film/sensor.
p.jpgKecepatan membuka dan menutup shutter kita tentukan sesuai dengan keinginan kita berapa lama cahaya masuk, semalin lama membuka maka akan semakin besar kekuatan cahaya yang diterima film atau sensor begitu juga sebaliknya. Penentuan kecepatan perlu diperhitungkan untuk mendapatkan ketajaman gambar yang maksimal, jika obyek yang akan kita foto bergerak sebaiknya kita gunakan kecepatan yang tinggi, jenis lensa yang kita pakai juga mempengaruhi penentuan kecepatan. Semakin besar Focal Length sebaiknya makin cepat pula shutter menutup untuk menghindari Shake. Jika menggunakan Flash (terutama belum TTL) usahakan kecepatan tidak lebih tinggi dari 1/200 karena gambar akan gelap separuh jika kita menggunakan kecepatan diatasnya.

 

ISO ( Kepekaan Sensor Terhadap Cahaya ) – Penggunaan ISO sangat penting juga untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, Nilai ISO kecil kepekaan terhadap cahaya semakin lemah atau kecil, begitu juga sebaliknya. Akan tetapi sebaiknya gunakan ISO sekecil mungkin, dikarenakan semakin besar nilai ISO maka akan semakin besar pula Noise yang dihasilkan. Akan tetapi terkadangkita juga perlu mengabaikan Noise jika kita melakukan pemotretan di suatu tempat yang Low Light ( kurang Cahaya ), dan kita ingin mendapatkan gambar dengan Available Light sa’at itu.

 

White Balance – Sesuai namanya, White Balance adalah suatu keseimbangan warna putih, Kesejukan warna ( kecenderungan warna biru) dan Kehangatan warna (kecenderungan warna oranye) suatu foto berbeda beda jika sumber cahaya untuk mendapatkan suatu foto berbeda suhunya, dalam hal ini satuan yg digunakan adalah Kelvin. Sensor film akan menghasilkan suhu gambar yang berbeda jika settingan WB (white Balance) berbeda, suatu foto akan semu biru (dingin) jika WB terlalu rendah, sebaliknya jika WB terlalu tinggi foto semu oranye (hangat). Untuk itulah kita perlu menyesuaikan WB sesuai dengan sumber cahaya yg kita gunakan. Berikut ini adalah tabel suhu warna sumber cahaya

Suhu Warna Sumber cahaya
1000-2000 K Cahaya lilin
2500-3500 K Tungsten Bulb (berbagai rumah tangga)
3000-4000 K Sunrise / Sunset (langit cerah)
4000-5000 K Lampu Neon
5000-5500 K Elektronik blitz
5000-6500 K Daylight atau Langit Cerah (sun overhead)
6500-8000 K Awan Mendung Sedang
9000-10000 K Teduh atau Awan Mendung Berat

Sejuk - Normal - Hangat
Sejuk – Normal – Hangat

Komposisi – Komposisi adalah bagaimana kita menempatkan suatu Obyek didalam suatu foto sehingga enak dan indah untuk dilihat. Dalam penentuan komposisi ada beberapa hal yang bisa menjadi patokan.
a. Point Of Interest, tarik perhatian mata yang melihat kearah obyek, Dalam hal ini bisa memanfaatkan garis, warna, cahaya.

Memanfaatkan bayangan matahari untuk mengarahkan perhatian mata ke obyek
Memanfaatkan bayangan matahari untuk mengarahkan perhatian mata ke obyek

b. Buatlah foto sesederhana mungkin, sehingga kesan yang ditimbulkan semakin jelas

Dengan memilih obyek yang tidak bergerombol akan semakin menyederhanakan suatu foto dan obyek yang difoto lebih jelas
Dengan memilih obyek yang tidak bergerombol akan semakin menyederhanakan suatu foto dan obyek yang difoto lebih jelas

c. Samarkan atau buang elemen yang tidak senadam dengan cara mengaburkan atau pengambilan angle yang baik.

Foto ini diambil di suatu pameran yang disitu banyak penjual dan pengunjung yg bersliweran, dengan adanya bokeh POI lebih jelas
Foto ini diambil di suatu pameran yang disitu banyak penjual dan pengunjung yg bersliweran, dengan adanya bokeh POI lebih jelas

d. Penuhi sebanyak mungkin foto dgn obyek yang ada.

Denga Close Up sorot  mata akan lebih terekspose
Denga Close Up sorot mata akan lebih terekspose

e. Manfaatkan Framing untuk memperindah foto

Sebuah penempatan Framing yg tepat akan memperindah foto
Sebuah penempatan Framing yg tepat akan memperindah foto

f. Perhatikan bagian2 terpenting jangan sampai terpotong (tangan, Kaki dsb)
g. Gunakan Metode Rule Of Thirds atau Golden Ratio

Komposisi Rule Of Third dan Golden Ratio
Komposisi Rule Of Third dan Golden Ratio

h. Untuk Potrait Fotografi usahakan mata selalu ditengah

SONY DSC
i. Jangan selalu memotret dari depan, cari view yabg bagus

IMG_7939 copy
j. Gelapkan bbrp bagian untuk memusatkan perhatian ke obyek

IMG_7635 copy
k. Jangan sampai Background mematikan obyek, manfaatkan untuk memperindah foto

IMG_2081
Sinar dan Lampu dimanfaatkan untuk memperindah foto

 

Angle
a. Bird Eye , Sudut pengambilan gambar ini, posisi objek dibawah / lebih rendah dari kita berdiri. Biasanya sudut pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan objek (HI), elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan perbandingan antara overview (keseluruhan) lingkungan dengan POI (Point Of Interest).

SONY DSC
b. High Angle, Pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

IMG_0144
c. Eye Level, Sudut pengembilan gambar yang dimana objek dan kamera sejajar / sama seperti mata memandang. Biasanya digunakan untuk menghasilkan kesan menyeluruh dan merata terhadap background sebuah objek, menonjolkan sisi ekspresif dari sebuah objek (HI), dan biasanya sudut pemotretan ini juga dimaksudkan untuk memposisikan kamera sejajar dengan mata objek yang lebih rendah dari pada kita missal, anak – anak.

IMG_6677 copy
d. Low Angle, Pemotretan dilakukan dari bawah. Sudut pemotretan yang dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera. Sudut pengembilan gambar ini digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun.

IMG_2372copy copy
e. Frog Eye , Sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Biasanya memotret seperti ini dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.

IMG_3016
Note : Sudut pengambilan gambar ditentukan oleh komposisi yang akan kita buat dalam suatu foto
Field Of View – Beberapa jenis komposisi yang umum digunakan dari segi ukuran (field of view) yang akan diambil adalah sebagai berikut :
a. Extreme Close Up, Pengambilan gambar yang sangat dekat sekali dengan objek, sehingga detil objek seperti pori-pori kulit akan jelas terlihat.
b. Head Shot, Pengambilan gambar sebatas kepala hingga dagu.
c. Close Up, Pengambilan gambar dari atas kepala hingga bahu.
d. Medium Close Up,Pengambilan gambar dari atas kepala hingga dada.
e. Mid Shot (setengah badan), Pengambilan gambar dari atas kepala hingga pinggang.
f. Medium Shot (Tiga perempat badan), Pengambilan gambar dari atas kepala hingga lutut.
g. Full Shot (Seluruh Badan), Pengambilan gambar dari atas kepala hingga kaki.
h. Long Shot, Pengambilan gambar dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehinnga objek terlihat kecil atau jauh.

 

Beberapa jenis komposisi dari segi banyaknya manusia sebagai objek yang difoto adalah sebagai berikut :
a. One Shot, Pengambilan gambar untuk satu orang sebagai objek.
b. Two Shot, Pengambilan gambar untuk dua orang sebagai objek.
c. Three Shot, Pengambilan gambar untuk tiga orang sebagai objek.
d. Group Shot, Pengambilan gambar untuk sekelompok orang sebagai objek.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan gambar, diantaranya
a. Headroom, merupakan ruang diatas kepala yang berfungsi membatasi bingkai dan bagian atas kepala objek.
b. Noseroom, arah pandang atau ruang gerak objek dalam sebuah frame, bertujuan untuk memberikan ruang pandang sehingga terkesan bahwa objek memang sedang melihat sesuatu.
c. Foreground, segala sesuatu yang menjadi latar depan dari objek.
d. Background, segala sesuatu yang menjadi latar belakang objek.

Masih banyak yang belum sempat tertulis dan saya jelaskan disini, dan akan saya sambung lagi dengan tulisan lain untuk melengkapinya. Mudah2an hal ini bisa membantu teman2 untuk sedikit memahami karakter lensa, settingan kamera dan cara pengambilan foto yang baik.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here