Pernahkah anda membayangkan menghidupkan lampu dengan sumber energi dari buah-buahan ? Kelihatannya tidak masuk akal dan ide yang aneh. Tapi tidak bagi saya, karena saya sudah pernah mencobanya. Saat itu saya hanya menghidupkan sebuah lampu LED kecil dengan sepotong irisan jeruk dan 2 belahan apel. Hasilnya, “WOW…”, ternyata buah-buahan tersebut mampu menghasilkan tegangan listrik 2.93 Volt DC, voltase yang cukup untuk menyalakan lampu LED. Dan selama beberapa hari saya biarkan saja terus menyala sampai buah-buahan tersebut hampir busuk. Tentu anda penasaran, bagaimana membuatnya, bukan ? Hehehe…

listrik-buah-pic_jeruk_apel_avo

Nah, sebenarnya sederhana saja. Bahan yang kita butuhkan hanyalah sebuah Paku Seng/Baja dan Kawat Tembaga saja untuk dipakai sebagai elektroda yang menghantarkan arus positif (+) dan negatif (-). Bisa juga menggunakan Sekrup dan Kawat listrik seperti saya. Cara merangkainya adalah sebagai berikut:

listrik-buah-lemon

Dari pengalaman saya, 1 biji Jeruk atau Apel masing-masing menghasilkan listrik sebesar 0.97 Volt DC, sehingga dibutuhkan 3 bongkah buah-buahan untuk menghasilkan listrik yang mendekati 3 Volt. Bisa juga 6 biji buah-buahan dirangkai secara seri sampai menghasilkan listrik 6 Volt, tergantung berapa voltase lampu yang kita gunakan.

Memang dari bongkahan kecil buah-buahan yang saya coba hanya mampu menghasilkan arus listrik dengan Ampere kecil. Belum dapat menghidupkan lampu 3 volt yang dipakai untuk senter. Mungkin jika menggunakan buah-buahan yang lebih besar ukurannya, lebih asam rasanya dan lebih banyak jumlahnya, akan mampu menghidupkan lampu yang lebih besar voltase dan amperenya.

listrik-buah-air-garam listrik-buah-apel

Selain menggunakan buah, buahan, saya juga mencoba menggunakan air garam dan air cuka untuk menyalakan lampu LED. Hasilnya, semuanya dapat dipakai sebagai energi alternatif menyalakan lampu tanpa baterai. Bahkan dalam waktu dekat saya akan mengembangkan eksperimen ini menggunakan botol air minum dalam kemasan yang diisi dengan air laut. Semoga memberikan hasil yang lebih baik.

Bagaimana, makin penasaran ? Selamat mencoba bersama anak-anak anda !

Ditulis oleh: Ilmanza Restuadi Kurniawan