Saat ini perkembangan Fotografi berkembang sangat pesat, untuk membuat suatu foto yang cukup bagus dinikmati dari media cetak foto sangatlah mudah, mulai dari kualitas kertas yang rendah hingga kualitas kertas foto yang Lux. Bahkan untuk membuat suatu album foto khusus pun kita bisa memesan dengan design sesuai yang kita inginkan.

Bahkan jika kita tidak ingin mencetaknya dan ingin menikmatinya dari Gadget pun sangat mudah, atau kita menyimpannya di Medsos atau layanan lainnya seperti Google Drive, Flickr atau lainnya.

Begitu juga dengan Lukisan dan Tulisan, fasilitas yang disediakan cukup banyak beragam untuk membuat tulisn dan lukisan melalui Komputer atau Laptop. Semuanya bisa dikerjakan lebih mudah dalam mengoreksi kesalahan kesalahan yang ada.

Lain halnya di Era tahun 1950-an, untuk membuat sebuah foto yang bagus kita harus benar benar menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan, kemudian proses dilanjutkan di Dark Room ( Kamar Gelap ). Mungkin sebagian besar orang berfikir bahwa foto dari kamera film adalah murni tanpa edit, hal ini tidak semuanya benar karena dalam proses Kamar Gelap itulah kita bisa bermain dan mengedit foto sesuai yang kita inginkan.

Begitu juga untuk membuat suatu tulisan atau puisi, terkadang bisa mengganti sampai puluhan kertas agar didapatkan tulisan yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Melukis dalam kertas disebuah buku juga dibutuhkan sebuah keahlian agar mendapatkan lukisan yang indah dan enak dilihat.

Seperti halnya membuat Buku Puisi yang di Jaman Era 1950-an, seseorang yang suka bersyair menumpahkan imajinasi dan inspirasinya dalam buku Puisi yang dibuat sendiri. Buku Puisi yang dijual merupakan sebuah sampul dan isi kertas yang kosong, disitu seseorang bisa berkreativitas semaunya, akan tetapi hal itu diperlukan juga keahlian juga.

Seperti halnya buku Puisi dibawah ini, untuk sampulnya memakai sebuah foto Black & White yang kemudian diwarna dengan cat air dengan tehnik khusus.

IMG_4461 copy
Buku Puisi yang dibuat tahun1959

Dalam buku puisi tersebut puisi ditulis menggunakan Pen tinta dengan hiasan berbagai macam perpaduan antara Cat Air dan Pen Tinta berbagai macam warna agar terlihat lebih indah.

IMG_4462 copy
Isi bagian dalam buku Puisi
IMG_4463 copy

Selain itu dalam tulisan juga disertakan foto penulis sebagai identitas pengenalan kepada pembaca, keindahan juga terasa ketika kita mengamati gaya tulisan penulis yang benar2 rapi dan bagus. Dalam bingkai hiasan yang dibuat terlihat ada warna sembur atau gradasi warna, tehnik yang digunakan cukup sederhana yaitu dengan menggunakan Sikat Gigi dan Sisir Rambut.

Di halaman lain juga ada Puisi pendek yang cuma beberapa kata, hanya saja Lukisan memenuhi halaman buku, dapat kita tangkap klo disitu penulis lebih menumpahkan imajinasinya pada lukisan.

IMG_4464 copy

Sebuah gaya tulisan lain dengan menggunakan huruf Arab juga kita temukan dihalaman berikutnya, meski kita tidak bisa membacanya tapi kita masih bisa menikmati Lukisan yang ada disitu, suatu keasyikan tersendiri untuk menikmati halaman per halaman di buku puisi ini.

IMG_4466

Untuk foto sampul penulis menggunakan foto pribadinya untuk menghiasi dan juga sebagai pengenal pemilik buku tersebut. Foto dicetak diatas kertas seukuran kartu Pos dalam bentuk Black & White, yang kemudian diproses lagi menjadi Sepia agar bisa diwarnai menggunakan Cat Air menggunakan tekhnik khusus.

IMG_4467 copy

Saat ini jarang bahkan mungkin sudah tidak ada lagi karya seperti ini yang memadukan antara Seni Fotografi, Seni Melukis, Seni Bersyair dan Seni Menulis Indah. Masyarakat sangat dimanjakan oleh kemajuan Tekhnologi hingga kemampuan seperti Menulis Indah dan Melukis jarang digunakan, yang sebenarnya tiap orang mempunyai potensi untuk itu.

*Buku Poezie dibuat oleh H.A. Buchory Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here