Wong akeh seng takok…

Opo iku Garling???

dijawab…

iku lhoo… gardu sulinggg….

tapi bener ta?? opo mek tembung gathuk ae??

wocoen ae tulisan iki

November 2, 2008 Saifuddien Sjaaf Maskoen

Entah sekarang di abad ke 21 ini, apakah nama itu masih melekat di sebagian orang yang tinggal di Gresik, atau pernah bermukim di Gresik. Tetapi begiku, kata GARLING tersebut tentunya tidak akan hilang dari ingatan, karena aku dan adik-adikku di besarkan di rumah yang berada di Garling. Orang Gresik dulu, menyebut jalan HOS Cokroaminoto [sekarang] itu dengan Garling, walau tidak ada papan nama jalan yang menyebutkan itu. Dan julukan Garling itu sampai pada kawasan di perempatan yang kemudian di kenal dengan perempatan Bata, karena adanya toko sepatu Bata disitu.

Di atas pintu rumah yang kutinggali, dulu ada tulisan seperti papan mana toko, Garling, dalam tulisan huruf tulis [bukun huruf cetak atau gedrujk yang dilafalkan dengan gedrik oleh lidah Jawa]. Tidak seperti lazimnya bila itu adalah papan nama sebuah toko, yang biasanya didahului dengan tulisan “Toko” atau kata lain. Ya hanya “Garling ” itu saja. Ketika bapakku berjualan buku, nama Garling itupun dipakai, setidaknya dalam stempel “Toko Buku Garling”. Saya tidak ingat pasti, kapan papan tulisan Garling, yang dibuat di atas papan kayu bercat cat coklat muda dengan tulisan coklat tua itu dicopot. Entah dulunya berwarna apa, tetapi jelas catnya telah lapuk dimakan usia.

Sayang sekali, pada saat masih banyak orang-orang tua, kami tidak pernah penasaran untuk menanyakan tentang asal usul atau riwayat dari “Garling” itu. Barulah setelah orang-orang tua semakin berkurang, dan sudah tidak ada lagi tempat bertanya, kami tertarik untuk mengetahui riwayat dan kissahnya. Dan dalam mencoba mencari kisah serta riwayat tentang kota Gresik, [Grissee, dalam ejaan zaman Belanda] yang banyak tersebar dalam dunia maya [internet], kamipun mencoba mencari asal-usul “Garling” yang menjadi nama kawasan kecil di Gresik.

Ternyata, dalam kumpulan dokumen lama yang rupanya masih tersimpan rapi di negeri “toean londo” ada secercah tulisan seperti ini

“Vertoog over de waare gesteldheid van dit comptoir en territoir, waarbij werd aangetoond de sterkte van dezelve, en op wat wijze men bij onverhoopte attaque, door een vreemde Europeesche Natie of andere inlandse vorsten zich zouden diffenderen kunnen enz. “,

van J. van Garlingh, waarnemend resident van Grissee.

Afschrift.

1778 juli 24

Entahlah apa arti tulisan itu, yang penting bagiku disana ada “Grissee” dan ada “Garlingh” dalam satu kalimat. Kalau melihat susunan kata dalam kalimat tersebut, setidaknya ada orang asing [Belanda, atau yang pasti orang Eropa] dengan nama famili Garlingh [nanti akan saya ceritakan tentang berbagai bentuk penulisan yang sebenarnya sama-sama Garling; dan dia menjabat sesuatu berkenaan dengan kota Gresik [waarnemend resident van Grissee], atau golongan tertentu penduduk Gresik [bila resident dianalogikan dalam bahasa Inggris, sebagai penghuni]. Inilah susahnya kalau tak mengerti bahasa Belanda.

Memang yang paling mungkin, Garling itu adalah nama salah satu famili [marga] dari orang Eropa yang pernah menjadi penduduk Gresik, setidaknya sebelum pendudukan Jepang. Sayangnya, informasi menjelang peralihan kekuasaan itu adanya sangat minim, mungkin hancur ketika belanda buru-buru meninggalkan bumi persada nusantara ini, mungkin juga ada politik bumi hangus, atau dihancurkan oleh si kecil yang mengaku saudara tua itu [Jepang].

Dari pencarian itu, [filenya masih ketelingsut – nanti aku susulkan kalau ketemu] ternyata ada pula keluarga Garling, yang asalnya tinggal di Penang [dan jadi pejabat juga] yang kemudian pindah ke Surabaya, lalu kemudian berimigrasi lagi ke Australia.

Ternyata memang benar, di Australia sana, Garling itu cukup terkenal, banyak sekali nama jalan, nama properti yang menggunakan nama Garling. Dan mereka itu yang asal-usulnya dari Penang dan Surabaya tadi. Karena pada saat itu Antos sedang ada di Perth, maka adalah foto-foto saat dia memang disuruh untuk foto di Garling Street.

Jadi bila suatu ketika, adik-adik, anak-anak, para keponakan, para cucu sempat berkelana ke manca negara, dan kemudian bertemu dengan nama Garling, apakah sebagai nama orang, nama jalan, nama gedung, nama perkebunan, atau bahkan nama sungai atau gunung, jangan kaget. Itu memang masih ada kaitan dengan Garling, dimana kita dibesarkan.

Salam

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here