Dieng Culture Festival 2016

Back Packers

2
1517

Beberapa saat lalu kami, arekgresik.net, pergipergi.id dan teman teman dari berbagai daerah bersama sama mengunjungi acara Dieng Culture Festival 2016 yang berlangsung selama 3 hari mulai tgl 5-7 Agustus 2016 di kawasan sekitar Dieng Plateau.

Saya berangkat naik Kereta Api Logawa dari Stasiun Gubeng Surabaya pukul 09.15 dan sekitar pukul 19.00 saya baru sampai stasiun Purwokerto, disana rencananya kita berkumpul dari berbagai daerah, kita  akan dijemput sekaligus diantarkan ke lokasi langsung dan mengikuti jadwal acara Dieng Dulture Festival 2016.

Ternyata yang datang masih saya sendirian, teman2 yang lain baru berangkat sore  dan malam baru datang. Untuk mengisi kekosongan waktu, sambil menunggu mereka datang saya sempatkan untuk jalan2 menikmati suasana Kabupaten Purwokerto sekalian mencari makanan khas, kebetulan seharian perut belum terisi.

Sengaja saya mencari warung2 yang ada di pinggir jalan, biasanya makanan yang umum adalah makanan yang ada dipinggir jalan itu alasan pertama, alasan kedua yang pasti Ngirit hehehe…. Sebab klo kita bepergian semacam Travelling atau Backpackers kayak gini harus pinter2 ngirit klo gk pengen kehabisan ongkos di jalan, klo pas dikota masih bisa kita ke ATM, tapi klo pas digunung dan kita belum tahu situasi lokasi disana kayak gimana tentunya cukup susah juga.

28892204982_d5baa358e4_z

Disitu saya pesan nasi Mendoan, seperti nasi sayur dan lauknya Telur dan Mendoan (seperti Gimbal / Godho Tempe ). Selesai makan saya tanya ke penjual berapa yang harus saya bayar, dan saya sempat kaget setelah mendengar nominal harga yang disebutkan. Bagaimana tidak… Lha Wong Sego iwak Endog + Mendoan 2 + Krupuk 2 + Teh manis… Regane mek Wolung Ewu alias 8000 ribu rupiah, kuatir salah hitung saya bertanya lagi dan jawabannya sama, benar2 makanan yang murah dan nikmat buat perut pribumi kayak saya ini.

Setelah perut terisi saya melanjutkan perjalanan menuju Aloon Aloon Purwokerto  untuk mengetahui suasananya. Gak jauh berbeda dengan Aloon Aloon kota lainnya, disitu banyak orang dengan keluarganya untuk bersantai dan menikmati makanan dan hiburan disana. Banyak juga muda mudi yang berpasangan ada disana, mereka duduk dan bercengkrama di rerumputan sambil menikmati sajian makanan yang ada disana.

Dan tak terasa jam menunjukkan pukul 24.00, menurut teman2 jam segitu mereka datang di stasiun Purwokerto, dan benar saja gak lama setelah itu saya mendapat telepon dari rekan saya mas Taqy klo dia dan teman2 dari Gresik sudah sampai stasiun Purwokerto, bergegas saya kembali menuju kesana untuk berkumpul.

28849779572_7eb83f66ca_z

Sampai disana saya dan teman2 masih harus menunggu teman2 dari daerah lain yaitu Jakarta dan Bandung. sekitar pukul 02.00 dinihari mereka satu persatu datang dan berkumpul. Setelah semua berkumpul dan tidak ada yang tertinggal kita menuju ke parkiran dan naik mobil yang menjemput kita dan nantinya akan mengantar kita berkeliling selama 3 hari.

28922580046_171aed1c91_z

Sekitar pukul 4 kita berangkat menuju Kawasan Dieng Plateau, udara dingin mulai terasa pada saat kita mulai memasuki jalan menuju puncak, kabut2 tebal terlihat diperkampungan yang kita lewati.

28878047491_e0bc10c00d_z

Sungguh suasana yang jauh berbeda dengan tempat saya tinggal, kabupatenn Gresik. Sekitar pukul 7 kita memasuki kawasan Dieng Plateau dan beristirahat sebentar sambil makan sebelum meneruskan ke Home Stay dan ke tempat acara.

28668953380_1abae14468_z

Setelah itu kita menuju Home Stay, mandi2 sebentar dan menyiapkan peralatan apa yang mesti kita bawa dan mana yang harus kita tinggalkan. Dan ternyata peralatan yang harus saya bawa cukup banyak juga, 2 Kamera + 3 Lensa + Laptop + Tripod + peralatan pendukung lainnya saya kumpulkan dalam 1 tas besar, hal ini saya putuskan karena gak mau jika dalam suatu proses pengambilan dokumentasi ada kendala kehabisan baterai atau memory.

Pertama kali yang kita kunjungi adalah Candi Arjuna yang merupakan tempat pusat Kawasan Dieng Plateau, semua acara2 biasanya dipusatkan areal sekitar situ, begitu juga acara Dieng Culture Festival kali ini.

28877967981_5b4f63eaa2_z

Sekitar pukul 11.00 kita meninggalkan Candi Arjuna dan mencari Masjid terdekat untuk melakukan Sholat Jumat, selesai sholat Jumat kita menuju Candi Bima yang ada di pintu masuk Kawasan Candi Arjuna.

28954347385_280e613a55_z

Dari situ kita melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang, yang merupakan tempat adanya kawah yang masih aktif, bentuk kawah ini tidak begitu besar tp cukup bagus juga untuk ambil foto.

28954938575_9f09667874_z

28968477436_6da733dc4e_z

Sekitar jam 17.00 kita pulang menuju Home Stay untuk Ishoma dan akan melanjutkan menonton acara Jazz Atas Awan yang akan digelar disekitar Candi Arjuna pada malam harinya.Sekitar pukul 19.00 kita kembali menuju Kawasan candi Arjuna untuk melihat konser Jazz Atas Awan, penonton yang bisa masuk hanya yang telah membeli tiket yang sudah dipesan sebelumnya, dan kita mendapatkan ID Card yang bisa bebas keluar masuk saat acara mulai tanggal 5-7 Agustus 2016

28877950261_d90ff43e37_z

Hawa dingin benar benar terasa saat kita  menuju lokasi, tidak salah jika pada saat2 tertentu ditemui Salju yang turun di Kawasan Dieng Plateau. Dipintu masuk lokasi kita diminta menunjukkan ID Card sebagai peserta acara, setelah dapat ijin masuk kita diberi konsumsi Camilan khas Dieng yang berupa kentang bulat kecil2 dan dimasak dengan bumbu khusus, pas dengan cuaca yang dingin seperti ini. Acara ini dimeriahkan oleh Band Band Jazz dari berbagai kota kota besar. Penampilan mereka cukup bagus dan menghibur penonton yang datang saat itu.

28997339505_ebdc45f2ea_z

 

Sekitar pukul 23.00 kita kembali ke Home Stay untuk istirahat dan melanjutkan acara besok paginya.

( 6 Agustus 2016 )

Sekitar jam 02.00 dinihari… udara terasa sangat dingin, kita bergegas menuju Puncak Sikunir untuk melihat Sunrise dari sana. Ternyata cukup banyak juga yang tertarik untuk melihat Sunrise dari Sikunir, sebenarnya ada beberapa tempat lagi untuk melihat Sunrise antara lain Puncak Prau, Puncak Pakuwaja dan Puncak Pangonan. Tapi sayang sampai disana mendung menutupi Matahari sehingga tak terlihat dengan sempurna. Dibawah ini adalah foto yang diambil saat masih gelap, disitu terlihat pengunjung yang ingin melihat Sunrise dari Puncak Sikunir.

29000882765_52e60528e0_z

Sekitar jam 7 kita cabut dari Puncak Sikunir dan menuju ke Telaga Warna, telaga ini mempunyai 3 warna jika dilihat dari atas puncak. Karena terbatasnya waktu kita putuskan untuk melihat Telaga Warna dari Puncak yang lain.

28878470831_930ca04347_z

28895623272_3620595455_z

Selanjutnya kita kembali ke Home Stay untuk beristirahat, karena sore kita akan ke tempat penjual Carica dan malamnya akan ada acara Jazz Atas Awan dan Pesta Lampion. Carica adalah buah semacam Pepaya tapi kecil2, dan menurut warga setempat bibit Carica jika ditanam ditempat lain akan menjadi Pepaya, dan bibit Pepaya akan menjadi Carica jika ditanam di daerah Dieng. Wah… berarti hal ini bisa jadi karena suasana alam ya…

Carica dijual biasanya berupa manisan atau Kripik atau makanan camilan lainnya, rasanya manis klo sudah diolah dengan cara khusus, selama ini Carica hanya ada di Brazil dan Dieng.

28922940196_6054507e0a_z

28336037804_62885bff52_z

Sayang proses pengolahan Carica saat kita datang sudah selesai, akhirnya kita putuskan untuk cari kopi dan tempat sholat dulu sebelum lanjut acara berikutnya.

28954733105_645b78e0e7_z

Selepas sholat Maghrib gerimis turun, kita bergegas menuju lokasi acara di Kawasan Candi Arjuna seperti kemarin. Kita sempat was was klo nantinya acara Pesta lampion gagal karena hujan. Tapi Alhamdulillah gerimis segera reda dan acara Musik Akustik sebagai pembuka dimulai, saat ini yang tampil ada beberapa artis ibukota seperti Anji Drive dan Mus Mujiono. Penampilan Anji Drive membuat penonton yang rata2 masih muda terbawa suasana sendu dengan lagu lagunya, seperti yang sempat terekam disini

 

28921151511_24ec660fc1_z

Pada saat acara Musik Akustik masih berlangsung banyak peserta yang tidak sabar menunggu Pesta Lampion dimulai, mereka sudah mulai menerbangkan lampionnya masing2 yang disediakan panitia, setiap peserta mendapatkan 1 Lampion untuk diterbangkan.

28878128741_2416b864e4_z

Ketika acara Musik Akustik selesai dilanjutkan dengan Pesta Lampion, disini peserta bareng2 menerbangkan Lampion bersama sama dengan diiringi lagu Padamu Negeri. Semua terhanyut akan suasana saat itu, seolah olah melupakan hawa dingin yang menusuk tulang. Acara Musik Akustik dan Pesta Lampion ini berlangsung sampai pukul 24.00 lebih.

 

( 7 Agustus 2016 )

Selesai acara kita kembali ke Home Stay, seharian kita keliling dan energi tersita tentunya perlu untuk beristirahat, tapi semua diluar dugaan. Saat kita keluar jalanan begitu ramai menjadi macet total dan mobil kita diparkir agak jauh karena gak bisa masuk. Akhirnya kita putuskan untuk jalan kaki menuju mobil yang terletak sebelum jalan masuk ke kawasan Dieng Plateau, setelah kita sampai di mobil terlihat mobil gak bisa keluar dari parkiran karena macet sepenjang 2 Km lebih. Dengan tenaga tersisa akhirnya kita putuskan untuk jalan kaki menuju Home Stay yang letaknya lumayan jauh +/- 4Km. Pukul 02.00 dinihari kita baru sampai di Home Stay dengan berjalan kaki, semuanya segera membersihkan diri secukupnya dan tidur, karena besok pagi2 sudah harus kembali ke lokasi untuk melihat acara puncak yaitu Ruwat Rambut Gimbal.

Pagi masih gelap tertutup mendung dan hawa dingin masih menusuk, tapi kita harus mandi dan sholat kemudian bersiap berangkat ke Kawasan Candi Arjuna untuk melihat acara Ruwatan Rambut Gimbal. Ada 11 anak yang ikut diruwat dalam acara ini, acara ini menjadi kian menarik karena dihadiri Gubernur Jawa Tengah Bpk Ganjar Pramono, Bupati Banjarnegara, Anji Drive dan beberapa pihak dari dinas yang terkait.

28927132081_014fcfc295_c

28927090671_da648015cf_z

Anak anak yang diruwat haruslah karena permintaan sendiri, dan ada syarat syarat permintaan yang harus dipenuhi. Permintaan pun macam2 mulai dari hal sederhana sampai yang mewah. Ada yg cm minta Gelang Karet, ada pula yang meminta Laptop, bahkan ada yang meminta anak sapi dan sepeda motor kecil hehehe…. Tapi permintaannya harus dari anak itu sendiri dan dalam jangka waktu yang lama permintaan tidak berubah.

29003369095_d7f5ccc5e5_z

Sekitar jam 11.00 kita segera keluar dari lokasi karena ada beberapa teman yang keretanya berangkat jam 17.00, sedangkan waktu yang ditempuh dari Home Stay sekitar 3-4 jam klo lancar. Dengan berat hati meskipun acara belum selesai kita bergegas pulang. Sesampai di tempat parkiran mobil kita kembali dibuat geleng2 kepala, jalur yang awalnya 2 arah dirubah 1 arah agar tidak macet. otomatis mobil kita harus berputar mengelilingi lokasi untuk bisa keluar, padahal sejam kita disitu cm bisa geser +/-200m. Atas saran teman2 kita memutuskan untuk jalan kaki lagi, kali ini kita tidak lewat jalur kendaraan umum, dengan dipandu warga setempat kita ditunjukkan jalan pintas melalui Telaga Warna.

Cukup singkat perjalanan kita kali ini, tapi cukup melelahkan juga. Meski begitu kita sangat menikmatinya, karena disana kita mendapatkan pengalaman baru, dan tentunya kawan kawan baru selama disana, meski hanya 3 hari kebersamaan kita tapi rasanya kita sudah lama mengenal dan akrab denga n mereka semua, semoga keakraban ini selalu terjaga… Amien…

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here