Saat Lebaran, seperti biasa pasti saya sempatkan untuk silaturrahmi ke rumah nenek di daerah Nganjuk Kota.

Sebelum masuk Nganjuk arah dari Kediri (Selatan Kota Nganjuk) tepatnya di Desa Candi Rejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk terdapat Candi peninggalan Empu Sendok. Candi tersebut diberi nama Candi Lor, tidak ada keterangan pasti kenapa disebut Candi Lor, bisa jadi karena letaknya ada di sebelah Utara atau Lor daerah pusat kekuasaan Empu Sendok.

Candi Lor

Menurut Prasasti Jaya Stamba, Candi Lor didirikan oleh Empu Sendok pada tahun 937M. Candi tersebut dibangun Tugu Peringatan atas kemenangan Empu Sendok melawan musuhnya dari Melayu.

Candi tersebut terbuat dari Batu Bata Merah, pada badan Candi tumbuh pohon Kapuh yang akarnya mencengkeram keseluruh badan Candi terutama di bagian selatan Candi, pohon tersebut sudah ada sejak +/- 500 tahun yang lalu.

Akar pohon Kapuh yang mencengkeram Candi Lor

Candi ini berdiri diatas tanah seluas 42 x 39 m = 1.654m persegi, luas Soubasementnya (pondasi) 12,4m x 11,50m = 142,60m persegi, tinggi +/- 9,30m. Sebelah barat ada 2 arca dan keduanya tanpa kepala yaitu Arca Ganesha dan Syiwa Mahadewa. Terdapat juga Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan dan keduanya juga sudah rusak. Disitu juga ada 2 makam yaitu Eyang Kerto dan Eyang Kerti, keduanya abdi kinasih Empu Sendok.

Makam Eyang Kerto

Sampai sekarang Candi Lor dikenal sebagai Candi CIkal Bakal Kabupaten Nganjuk, dan sebagai dasar penetapan  hari jadi kota Nganjuk yaitu tanggal 10 April 937M.

Semoga bermanfaat…