Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari minggu 17 Juni 2015, ArekGresik.Net dan Mat Kodak Gresik serta beberapa pecinta sejarah dan fotografi baik dari masyarakat umum ataupaun pelajar, menelusuri peninggalan2 bersejarah yang belum pernah terekspose selama ini. Juga menunjukkan kepada teman2 letak tempat penjual makanan2 tradisional terutama makanan tradisional Gresik.

Blusukan pertama kali start dari Base Camp Mat Kodak Gresik yang kebetulan terletak beberapa meter dari Langgar Sawo yang merupakan Langgar pertama yang didirikan Sunan Malik Ibrahim di Gresik, sebelumnya Sunan Malik Ibrahim membangun Masjid Pesucinan yang terletak di Leran dan Langgar Roomo.

Langgar Sawo
Langgar Sawo

Langgar Sawo sendiri terletak di Jl.KH Fakih Usman, tepatnya didaerah Kroman Gg 8, dulunya daerah tersebut terkenal dengan sebutan “Metoko”, oleh karena itu selain dikenal dengan nama Langgar Sawo juga disebut dengan Langgar Metoko  dan sekarang disebut juga Masjid Muthohar.

Berbicara mengenai Jl. KH Fakih Usman tentunya banyak yang tidak mengerti siapa beliau sebenarnya, KH Fakih Usman adalah salah seorang putra Gresik dan murid KH Kholil Belandongan Gresik yang sempat menjadi Menteri Agama pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Rumah beliau dahulu terletak di JL. KH Fakih Usman Gg 13 No 1. Bangunan bagian bawah sudah direnovasi, namun bagian atas masih utuh aslinya.

Bekas rumah KH Fakih Usman yang berangka tahun 1916
Bekas rumah KH Fakih Usman yang berangka tahun 1916

Di kampung tersebut juga terdapat rumah “Mardjoeki Nyambek”, salah satu pahlawan dan teman seperjuangan Usman Sadar yang gugur karena menyelamatkan pejuang2 yang melarikan diri dari kejaran tentara sekutu. Rumah tersebut sekarang menjadi Sekolah TK Muslimat XX.

Teman2 meliput dan mengambil gambar di depan TK Muslimat XX
Teman2 meliput dan mengambil gambar di depan TK Muslimat XX

Dari situ teman2 diajak menyusuri Kali Tutup menuju Karangpoh dan disitu terdapat Musholla Gantung yang dikenal dengan nama Langgar Abadi. Didaerah tersebut setiap pagi berkumpul pedagang pedagang Makanan Khas Gresik, juga ada Semanggi yang berjualan setiap hari Senin, Rabu dan Minggu. Disana teman teman dipersilahkan mencicipi makanan yang diinginkan secara gratis, karena semua biaya sudah ditanggung oleh ArekGresik.Net. Oleh karena itu rugi jika ArekGresik.Net bikin acara gak bisa ikutan Hehehe…

Situasi di sekitar Langgar Abadi Karangpoh di waktu pagi
Situasi di sekitar Langgar Abadi Karangpoh di waktu pagi

Disini teman2 jadi tahu dan mengerti jika ingin makanan khas Gresik gak perlu mumet, cukup di Karangpoh hampir semuanya ada termasuk Karak Tempe. Tapi sayang saat itu agak kesiangan dan banyak yang habis makanannya. Tapi itu tidak mengurangi semangat teman2 untuk tetap melanjutkan perjalanan Blusukan.

Mak Ni penjul Semanggi yang menurut masyarakat paling enak.
Mak Ni penjul Semanggi yang menurut masyarakat paling enak.
Nasi Roomo yang banyak diminati masyarakat baik tua maupun muda
Nasi Roomo yang banyak diminati masyarakat baik tua maupun muda
Masyarakat bersedia Ndeprok untuk menikmati "Sempeng"
Masyarakat bersedia Ndeprok untuk menikmati “Sempeng”
Harus rela antri untuk mencicipi makanan disini
Harus rela antri untuk mencicipi makanan disini
Fotografer dan Model Mat Kodak juga doyan "Nyempeng"
Fotografer dan Model Mat Kodak juga doyan “Nyempeng”

Setelah puas didaerah Karangpoh, teman2 diajak menuju ke Kampung BOR, ditengah perjalanan kita juga menjumpai bangunan bangunan lama. Bahkan ada juga yg arsitekturnya mirip dengan Gadjah Moengkoer.

Bangunan berangka tahun 1916 yang arsitekturnya mirip Gadjah Moengkoer
Bangunan berangka tahun 1916 yang arsitekturnya mirip Gadjah Moengkoer
Bangunan kuno ini juga tak terawat
Bangunan kuno ini juga tak terawat

Kemudian sampailah kita di Sumur Bor, sumur ini dulunya adalah hasil pengeboran yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda, saking terkenalnya sumur ini sampai kampung yang ada juga disebut Kampung Bor. Sumur ini terkenal dulunya karena mengeluarkan sumber air panas, masyarakat memanfaatkan untuk mandi,minum dll, bahkan jika ada yang terkena penyakit kulit pun biasanya mandi disitu, dan alhamdulillah banyak yang sembuh menurut cerita warga sekitar. Hingga sampai beberapa tahun yang lalu, warga berinisiatif untuk lebih mengembangkan sumber daya Sumur Bor, pengeboran dilakukan lagi dan diharapkan air yang keluar lebih banyak dan bagus. Tetapi diluar dugaan, yang keluar malahan lumpur sehingga akhirnya sumur tersebut menjadi rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

IMG_6728 copy
Kondisi Sumur Bor saat ini

Lokasi sumur Bor dekat sekali dengan SMANUSA, dan hanya dipisahkan oleh kali kecil. dan dahulunya daerah situ disebut dengan sebutan Makam Londo, karena memang tempat kuburannya orang2 Belanda. Tapi sekarang tempat tersebut sudah menjadi bangunan sekolah yang megah. Tetapi saya menemukan secuil bukti klo tempat tersebut dulunya adalah makam Londo, disebelah timur sekolahan dan tepat ditengah2 pagar sekolah SMANUSA terdapat sebuah Pos Ronda. Tidak ada yang menonjol dari bangunan tsb, akan tetapi jika perhatikan maka akan ada yang ganjil disisi sebelah utara pos, disitu tertempel batu nisan dari Marmer dan bertuliskan nama orang asing. Batu tersebut merupakan batu nisan yang tercecer pada saat pengurukan tanah lokasi sekolahan tsb.

CHbZuRjUAAA3AXL.jpg large
Batu nisan yang menempel di Pos Ronda

Setelah itu kita menuju selatan, tepatnya didesa Pekauman, yang disitu terdapat bekas Pondok dan Langgar dari KH Zubair, salah satu Kyai Kondang di Gresik di masa lalu. Yang unik dari langgar tersebut adalah bangunannya yang masih dipertahankan sebagai Langgar Panggung. Bahkan lantainya pun masih dari papan.

Teman2 yang ikut Blusukan berfoto bersama didepn Langgar KH Zubair
Teman2 yang ikut Blusukan berfoto bersama didepn Langgar KH Zubair

Kemudian dari sini kita menelusuri bangunan2 yang ada didaerah Bedilan Gresik, dimana tempat ini diyakini sebagai pusat pemukiman Belanda, sehingga banyak ditemui bangunan2 kuno dan asli. Namun sayang bangunan bangunan tersebut sudah banyak yang tak terawat. Juga ada bangunan yang unik, bangunan tersebut jendela yang ada sebenarnya cuma kamuflase atau tipuan. sebenarnya itu adalah tembok yang dibentuk menyerupai jendela, tujuannya untuk menyamarkan dari musuh. Dan yang terakhir kita menuju Garling, sebuah menara Sirine yang dulunya digunakan untuk memberi peringatan atau tanda, terutama jika ada serangan udara sehingga masyarakat Gresik tahu akan ada penyerangan. Menurut keterangan Alm. H.A. Buchory Rachman jika ada serangan udara Sirine akan berbunyi dan masyarakat Gresik mencari perlindungan dan segera menggigit “Kalung Karet” dan menempatkan diantara kedua gigi depannya, tujuannya jika ada Bom yang meledak suaranya tidak sampai menyebabkan ke-Tulian. Karea jika ada suara yang keras diatas batas kemampuan manusia mendengar, resonansi yang diterima dari telinga akan diimbangi oleh resonansi yang masuk lewat mulut sehingga mengurangi resiko gendang telinga pecah.

Sebuah bangunan kuno dengan jendela Kamuflase untuk menyamarkan dari orang jahat.
Sebuah bangunan kuno dengan jendela Kamuflase untuk menyamarkan dari orang jahat.
Gardu Suling
Gardu Suling

Masih banyak yang belum kita telusuri, dan mudah2an di lain kesempatan ArekGresik.Net bisa segera kembali mengadakan acara2 seperti ini. Juga setiap cerita akan diulas khusus di next post

Salam Budaya…. Marhabban Yaa Romadlon…