Oleh : Biazamsha Kharisma Pinatih

Bagi para traveller, perjalanan yang satu ini sungguh mengasyikkan. Keindahan panorama alam dan medan yang ditempuh cukup memacu adrenaline ini membuat kita semakin bersemangat untuk mencapai sebuah tempat yang oleh banyak kalangan disebut sebagai salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi. Apalagi para pecinta hiking, èman-èman lèk dak mréné Rèk, mêsthi akèh nyeselé… Wis, dak usah mbuak waktu manèh, ndang packingo sak iki, trus budhalo karo kanca-kancamu sésuk, ojok kathék ditunda manèh…

Nama tempat wisata yang saya iming-imingi di atas adalah Goa Langsih, sebuah goa yang disebut-sebut sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga. Namun sebelum saya mengajak Anda untuk ber-travelling ke Goa Langsih, saya ingin menceritakan terlebih dahulu tentang Bukit Surowiti yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi.

Salah satu dataran tinggi di Gresik selain Giri adalah Bukit Surowiti, yang terletak di Kecamatan Panceng. Kawasan wisata Bukit Surowiti yang konon merupakan Petilasan Pertapaan Sunan Kalijaga adalah sebuah perkampungan kecil yang dihuni oleh kurang lebih 100 rumah tangga, berlokasi di atas bukit yang terjal dengan luas kurang lebih 5 ha. Ketinggian bukit tersebut 260 meter dari permukaan laut, terletak di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, yang berjarak 40 km dari Kota Gresik melalui Jalan Pantura Gresik – Tuban atau 3 km dari Jalan Raya Panceng. Wis mudêng ora arahané, yèn têtêp ora mudêng, sampèan sms éson, êngkok éson têrné mrono lèk éson ora sibuk lho yooo…

Kawasan Bukit Surowiti ini merupakan suatu tempat wisata yang banyak didatangi oleh wisatawan, terutama wisatawan yang ingin berwisata religi. Lha iki lho Rèk, salah sijiné alasan, opo’o Gresik diarani Kota Santri, polahé sebagian wisata sing onok nang Gresik, yaiku wisata religi. Panorama yang indah dapat dijumpai di tempat tersebut. Selain itu, komplek wisata juga dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa tempat wisata yang dapat kita temui di Bukit Surowiti adalah Pêtilasan Kali Buntung, Makam Mpu Supa, Makam Radeng Bagus Mataram, Pêtilasan Tapa Nguwêng (tanpa adanya makam) dan Goa Langsih. Selain itu, ada pula tempat untuk panjat tebing. Lokasi ini biasa digunakan sebagai tempat latihan oleh para hiker.

Dari beberapa tempat wisata yang dapat kita temui di Bukit Surowiti, yang paling menarik untuk dikunjungi di antara yang lain adalah Goa Langsih. Goa ini merupakan tempat bertapanya Sunan Kalijaga semasa hidupnya. Namun alangkah lengkapnya jika Anda tak critani sithik mengenai kehidupan Sunan Kalijaga sebelum melakukan pertapaan di goa ini.

Ruang Tahanan yang merupakan Tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT copy

Ruang Tahanan – Sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT

Dulu, jauh sebelum Sunan Kalijaga menjadi salah seorang dari Wali Songo, Beliau bernama Raden Sahid, yang merupakan murid dari Sunan Bonang dari Tuban. Semasa mudanya, Raden Sahid mendapat julukan Brandal Lokajaya atau perampok yang berhati mulia, yang saat itu menjadi pemimpin bègal. Bagaimana bisa seorang perampok dikatakan berhati mulia, yang ada sih dimana-mana yang namanya perampok itu bengis, jahat, dan tidak pandang bulu siapa korbannya. Namun jangan salah para pembaca, perampok yang satu ini, beda di antara perampok lainnya. Ia bak seorang kisah kepahlawanan Robin Hood dari Inggris atau Zorro, sang penyamun bertopeng dari Meksiko, yang ceritanya sering kita lihat di televisi. Saking seringé diputêr kanthi bolak-balik, kanthi apal êson koyok opo ceritané, kanthi blêngêr pisan…

Berbagai Tempat Sakral di Bukit Surowiti copy

Di antara ketiganya, hampir memiliki kemiripan cerita, dimana ketiganya melakukan perampokan terhadap para koruptor yang mencuri uang rakyat, yang kemudian membagikannya kepada rakyat miskin yang kelaparan. Selain itu, mereka juga melawan kedzaliman yang dilakukan oleh pemerintah yang berkuasa.

Namun meskipun Lokajaya memiliki niatan yang mulia terhadap rakyat miskin, sang guru yang tidak lain adalah Sunan Bonang, selalu mengingatkannya bahwa tindakannya tersebut tetap tidak sesuai dengan ajaran Agama Islam. Untuk itu, untuk menguji keteguhan hati Lokajaya, akhirnya Sunan Bonang memintanya untuk melakukan tapa brata dengan menjaga tongkat yang telah ditancapkan oleh Sunan Bonang ke tepi sebuah sungai. Coba lèk arèk sak iki sing dikongkon koyok ngono, paling-paling jawabé : “Lha dak duwé gawèn opo tapa ndik pinggir kali koyok ngono???”

Setelah bertapa selama beberapa tahun hingga akhirnya seluruh tubuh Lokajaya ditumbuhi rerumputan dan tumbuhan merambat lainnya, Sunan Bonang kemudian datang kepadanya dan kemudian menggemblengnya, hingga akhirnya menjadi seorang penyebar ajaran Agama Islam dengan gelar Sunan Kalijaga. Seseorang yang pernah melakukan tapa brata di pinggir sungai, alias jaga kali.

Selama menyebarkan ajaran Agama Islam di kawasan Bukit Surowiti dan sekitarnya, terkadang kendala dan rintangan juga dihadapi oleh Sunan Kalijaga. Untuk itu, Beliau senantiasa meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa, antara lain dengan cara mendekatkan diri, bermunajat di dalam sebuah goa. Goa itulah yang bernama Goa Langsih, dimana Sunan Kalijaga melakukan pertapaan untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dan agar lebih sabar serta ikhlas dalam menjalankan niatannya untuk menyebarkan ajaran Agama Islam seperti yang diajarkan dan diamanahkan oleh gurunya, Sunan Bonang.

Goa Langsih ini tergolong cukup unik, yang mana goa ini memiliki pintu masuk berupa celah sempit, yang hanya cukup untuk ukuran satu orang sehingga para pengunjung yang datang kesana harus berhati-hati ketika melewatinya agar tidak tergores batu goa.

Melalui celah kecil inilah kita masuk ke Goa Langsih copy

Melalui celah ini kita bisa memasuki Goa Langsih

Goa ini memiliki dua ruangan, yaitu ruang atas dan ruang bawah. Ruangan atas dulunya digunakan Sunan Kalijaga untuk pertemuan bersama Sunan-Sunan lainnya, untuk bermusyawarah dan berdiskusi mengenai Agama Islam. Sedangkan ruangan bawah lebih mencekam lagi, karena untuk menuju kesana ditempuh dengan melewati tangga turun yang terbuat dari balok kayu besar. Ruangan ini disebut juga ruang tahanan sebagai tempat bertapa atau bermunajat kepada Allah SWT.

Pada ruangan ini juga terdapat batuan yang berbentuk cekung dengan air yang menetes terus-menerus. Selain batu cekung yang terus mengeluarkan tetesan-tetesan air, ada juga Batu Menjangan. Dari kejauhan, batu ini mirip hewan menjangan dengan kedua tanduknya. Dan menurut cerita ibu-ibu tua penjaga goa ini, bila seorang pengunjung berhasil memeluk batu dengan kedua tangannya, maka segala keinginannya akan terkabul. Dari cerita itulah, Batu Menjangan ini disebut sebagai batu bertuah.

Batu Menjangan copy

Batu Menjangan – dari sudut tertentu batu ini mirip sekali dengan Menjangan

Konon, tetesan air itulah yang digunakan untuk berwudhu oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan di atas goa, terdapat tanah datar yang menjadi tempat latihan beladiri para santri atau murid-murid dari Sunan Kalijaga. Sebagian pengunjung meyakini bahwa air yang menetes dari batu cekung yang dijadikan air wudhu oleh Sunan Kalijaga ini bisa dijadikan obat yang mujarab. Di samping itu, Batu Menjangan sering dijadikan tempat pengunjung untuk melakukan ritual tertentu untuk ngalap berkah. Hal ini terlihat dengan adanya sisa bunga dan alas duduk yang tertinggal di lantai gua.

Traveller yang penasaran dan ingin melancong ke Desa Surowiti, disarankan membawa motor atau mobil pribadi. Sebab, belum ada angkutan umum menuju lokasi Desa Surowiti dari pertigaan Jalan Raya Panceng. Dari pertigaan jalan raya, masih butuh 4 km lagi untuk sampai ke lokasi yang dituju.

Mobil atau motor, diparkir di tempat parkir yang tersedia. Dari tempat parkir, kita masih harus berjalan kira-kira 400 meter lagi. Jalan menuju komplek pêtilasan Sunan Kalijaga khususnya Goa Langsih cukup menanjak, sebab tempat ini memang berada di perbukitan.
Ratusan tangga naik harus kita lalui, untung saja dilengkapi dengan pegangan yang terbuat dari pipa air yang cukup kokoh. Dari Bukit Surowiti yang berada beberapa ratus mdpl itu kita dapat menyaksikan indahnya sebagian Kota Gresik dari kejauhan. Panorama alam yang cukup menawan menambah daya tarik situs kuno ini. Papan petunjuk di depan Pêtilasan Sunan Kalijaga cukup membantu untuk menemukan arah menuju lokasi Goa Langsih.

Goa Langsih dicapai dengan menuruni Bukit Surowiti pada sisi yang berlawanan dengan arah ketika kita akan naik, melewati puluhan anak tangga yang lumayan curam, namun tidak licin ketika ditapaki. Goa Langsih masih berlum terlihat ketika nantinya kita sampai di sebuah dataran yang cukup luas, dengan tebing pada satu sisi dimana di puncaknya terdapat Pêtilasan Sunan Kalijaga. Goa Langsih terletak lebih ke bawah lagi dari dataran ini, dengan papan penanda sederhana yang dipasang di atas anak tangga menuju ke lokasi.

Papan ini menjelaskan bahwa ada tiga ruangan di Goa Langsih, yaitu ruang serambi sebagai ruang pertemuan, ruang tahanan sebagai tempat bertapa, serta ruang kamar tidur yang disebut Goa Pelok. Disebutkan juga bahwa di dalam Goa Langsih terdapat air yang sangat ajaib, namun tidak dijelaskan seperti apa keajaibannya.

Goa Langsih juga disebut-disebut sebagai tempat yang sakral, dimana banyak terjadi kejadian diluar akal manusia, sehingga pengunjung diminta untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kesopanan, serta tidak melakukan hal-hal yang dipandang aib dan wanita yang tengah haid sebaiknya tidak masuk ke dalam goa.

Papan tersebut juga menyebutkan bahwa sebelum masuk ke Goa Langsih, pengunjung diwajibkan mengisi kotak sedikitnya Rp 1.000 per orang, agar diberikan kemudahan ketika masuk ke dalam goa. Dan ternyata, Goa Langsih juga bisa diakses dari jalan menuju Makam Empu Supo. Empu Supo adalah putera Empu Supadriya, seorang bangsawan Majapahit berpangkat Tumenggung, yang menikah dengan adik Sunan Kalijaga yang bernama Dewi Roso Wulan.

Tidak jauh dari Makam Empu Supo, terdapat sebuah goa lain yang disebut Goa Macan, serta makam Raden Bagus Mataram, seorang bangsawan Mataram yang kaya raya yang membawa hartanya menuju Surowiti untuk berguru kepada Sunan Kalijaga.
Dengan cerita yang saya sampaikan di atas, semoga kita semua bisa menjaga kelestarian peninggalan dari Sunan Kalijaga ini yang juga merupakan situs bersejarah.