Bagaimana cara kerja Sepeda Angin (Bicycle) ?

0
1184

Pada abad ke 3, Archimedes mengutarakan sebuah gagasan mengenai mesin sederhana. Sebuah alat yang dapat memudahkan kita untuk menggunakan sedikit energi untuk pekerjaan yang berat. Alat tersebut bisa memperkuat kekuatan atau mempermudah menempuh jarak tempuh, tapi tidak bisa kedua-duanya secara bersamaan. Mesin klasik: tuas, roda dan poros, baji, sekrup, katrol, dan bidang miring. Mesin sederhana melalui keuntungan mekanis, membuatnya lebih mudah untuk memindahkan barang. Mesin tersebut merembet ke dunia modern, meskipun lebih sering sebagai komponen dari mesin yang kompleks – apapun itu, mulai dari crane konstruksi hingga transmisi mobil.

mountain-bike-

Lalu bagaimana cara kerja Sebeda Angin?

Sepeda angin digerakkan oleh dua piringan yang dikaitkan dengan sebuah rantai, piringan tersebut disebut sebagai Gear. Pada sepeda modern dengan multispeed mengoptimasi bagaimana cara mengubah tenaga otot (muscle power) untuk bisa melalui berbagai macam medan (jalan raya, pegunungan dll).

Gear depan berfungsi sebagai driver, yang artinya gear depan adalah sumber power yang dilengkapi dengan pedal yang digenjot oleh pengemudi sepeda. Gear depan pada sepeda modern biasanya dibuat menjadi beberapa gigi atau beberapa gear dari mulai yang paling besar, medium hingga yang paling besar. Kemudian ada Gear Belakang yang berfungsi sebagai follower gear atau gear yang mengikuti gerakan dari driver gear.

Dengan adanya mekanisme 2 Gear depan dan belakang ini, secara kombinasi antar keduanya bisa memberikan keuntungan secara mekanis. Semakin besar ring gear depan digunakan dengan dikombinasikan dengan gear kecil belakang akan menghasilkan kecepatan yang lebih dengan tenaga yang lebih sedikit. Kombinasi tersebut cocok untuk mengendari sepeda dijalan raya dan membutuhkan kecepatan tinggi. Bagaimana jika bersepeda menanjak atau menaiki bukit? bisa dicoba kombinasi ring gear depan kecil dengan ring gear belakang yang lebih besar, semakin besar ring gear belakang yang dipilih maka akan semakin ringan. Pengendara akan mengeluarkan tenaga yang lebih sedikit untuk menaiki bukit dengan hanya dengan menutar pedal lebih cepat.

 


 

Versi English

In the third century, Archimedes described the notion of simple machines – devices that allow an applied force to work against a load force. They can amplify the force or the distance of movement, but not both. Classical mechanics: the lever, wheel and axle, wedge, screw, pulley, and inclined plane. Simple machines through mechanical advantage, make it easier to move things. They pervade the modern world, though more often as components of complex machines – everything from construction cranes to car transmissions.

What about Bicycle?

The elegant gearing of a modern multispeed bicycle optimizes the way of rider can apply muscle power to cover various kind of terrain.

A single chain turns around two sets of toothed discs. The chain rings rotate with the pedals; they are driver gears. The smaller sprockets are connected to the rear wheel hub and are follower gears. A mechanism called a derailleur moves the chain to achieve different combinations of driver and follower.

As with any gear train, the ratio between the number of teeth in the driver and follower gears determines the machine’s mechanical advantage. A larger, many-toothed chain ring coupled to a smaller sprocket will make the bike wheel turn faster but demands more force from the legs. Climbing a hill calls for a gear joins a smaller driver with a larger follower. The cyclist won’t have to push as hard for each turn of the pedals but will have to pedal faster.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here