Salah satu investasi yang menggiurkan di pasar modal selain yang telah dibahas pada artikel INVESTASI REKSADANA, saham merupakan instrumen pasar keuangan yang paling populer dan menggiurkan. Trus pengertian saham itu sendiri apa?

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Diambil dari Bursa Efek Indonesia (IDX).

Dari pengertian saham diatas didapatkan bahwa transaksi jual beli saham sama dengan menyertakan modal kepada perusahaan yang menerbitkan surat saham. Untuk bisa jual beli saham bisa dilakukan di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (IDX) ditunjuk menjadi tempat untuk jual beli instrumen investasi ini.

Lalu bagaimana dengan hukum jual beli saham?

Selain sudah dijelaskan dengan jelas dalam fatwa MUI, permasalahan tentang halal/haram nya investasi saham bisa dianalogikan dengan hukum jual beli yang menyaratkan:

  1. Ada barang yang dijual
  2. Ada Penjual
  3. Ada Pembeli
  4. Ada Tempat Jual-beli nya (pasar)
  5. Adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli (ijab & Qobul)

Di pasar modal terutama saham, kita kenal juga keempat komponen jual-beli tersebut:

  1. Barang yang diperjualbelikan adalah surat berharga berupa surat saham
  2. Penjual tentunya adalah perusahaan yang menempatkan sahamnya di pasar modal untuk mendapatkan dana tambahan
  3. Pembeli adalah para investor/trader yang menginvestasikan dananya di pasar modal
  4. Tempat jelas ada, yaitu pasar modal. Di indonesia, Bursa Efek Indonesia ditunjuk untuk mengelola pasar modal.
  5. Kesepakatan antara penjual dan pembeli bisa dilihat dari perusahaan yang telah melakukan penawaran saham nya ke publik yang berarti penjual telah sepakat untuk menjual saham nya. Sedangkan pembeli membuat kontrak pembelian saham tersebut di pasar modal. Artinya kedua belihah pihak (penjual & pembeli) telah sepakat untuk melakukan proses jual beli.

Dari segi jual-beli sudah tidak ada keraguan mengenai hukum investasi/trading saham. Lalu ada yang mengatakan bahwa investasi/trading saham sama dengan judi?

Pernyataan bahwa ber “main” saham adalah judi atau investasi bisa jadi keduanya benar, keduanya hanya dibedakan dari cara melakukan transaksi jual beli saham. Dinamakan judi jika seoarang trader hanya memandang saham sebagai tantangan dengan peluang menang (harga naik) atau kalah (harga turun) tanpa memanfaatkan indikator-indikator untuk melakukan analisis teknikal maupun analisis fundamental. Penjudi saham tidak menggunakan trading plan (aturan main) yang baik atau bahkan tidak mempunyai trading plan sama sekali, sekedar ikut-ikutan atau mencoba keberuntungan seperti halnya penjudi pada umumnya.

Sebelum berinvestasi / trading saham seharusnya melakukan analisa terlebih dahulu untuk mendapatkan kandidat saham yang benar-benar bagus dan berpotensi mengalami kenaikan harga. Analisa teknikal atau analisa fundamental sangat membantu dalam mencari kandidat saham yang akan di”mainkan”. Pola pikir seorang investor saham yang profesional adalah melakukan investasi saham secara professional. Professional berarti menjalankan sesuai dengan prosedur atau aturan main (trading plan) yang telah di buat. Seorang investor saham yang professional melihat saham sebagai sebuah bisnis. Dalam berbisnis, seorang pebisnis harus selalu meningkatkan pengetahuan, mencari pengalaman dan melakukan pengelolaan keuangan (money management) yang tepat.

Supaya kita tidak terjebak menjadi penjudi saham, seorang investor/trader saham hendaknya menguasai ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk bertransaksi saham, baik analisa teknikal dan atau analisa fundamental. Biasanya seorang investor memanfaatkan salah satu analisa tersebut dan bahkan ada yang menggunakan keduanya secara kombinasi. Dengan menggunakan metode analisa yang benar, transaksi jual beli sahamnya tidak akan lagi hanya mengandalkan isu atau rumor dari media atau info dari partner saja.

Berdasarkan jenis perolehan keuntungannya, transaksi saham dibagi menjadi dua:

  1. Long –> Kondisi ini ketika seorang trader membeli saham dengan harapan harga saham akan naik, dalam kondisi ini seorang trader akan mendapatkan keuntungan ketika harga saham naik.
  2. Short –> Kondisi ini ketika seorang trader membeli saham dengan harapan harga saham akan turun, dalam kondisi ini seorang trader akan mendapatkan keuntungan ketika harga saham turun.

Di Indonesia hanya beraku kondisi Long, transaksi short tidak diijinkan. Transaksi short so far berlaku hanya di pasar modal Amerika (NYSE dan NASDAQ).

Berdasarkan tipe / strategi trader, transaksi saham dikategorikan menjadi tiga:

  1. Position –> ketika seorang trader membeli saham untuk berinvestasi. Artinya saham yang dibeli akan didiamkan selama lebih dari 1 minggu atau bahkan berbulan-bulan dengan harapan nilai saham akan naik dalam kurun waktu tertentu.
  2. Swing –> ketika seorang trader melakukan transaksi jual beli saham dalam waktu yang lebih singkat daripada Position dengan memanfaatkan ayunan grafik trend harian saham. Biasanya transaksi swing dilakukan selama 2 sampai 5 hari.
  3. Opportunity –> ketika seorang trader melakukan transaksi jual beli saham dalam kurun waktu yang sangat singkat dengan memanfaatkan analisa trend grafik tertentu. Biasanya transaksi dengan strategi ini berlangsung sangat singkat, bisa sehari, beberapa jam atau bahkan hanya beberapa menit saja untuk bisa mendapatkan keuntungan.