1

<Halaman sebelumnya

Oleh : Miftah Farid Hidayatullah

Jni kisah mengenai asal usul Dusun Gunung Anyar, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Kelurahan yang sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan ini terdiri dari 3 dusun dan beberapa kompleks perumahan, yakni Gunung Anyar, Gunung Sari, dan Margonoto. Salah satu dari bukit atau gunung itu merupakan “pendatang baru” karena “berjalan” dari Blambangan sampai ke Gresik. Karena itu dinamakan Gunung Anyar. Lha kok bisa? Kalau sampéan penasaran, monggo dilanjut bacanya…

Pada zaman dahulu, di daerah Blambangan diserang wabah pageblug dan kelaparan. Banyak rakyat Blambangan yang mati karena penderitaan yang berlarut-larut hingga tidak terkendalikan. Setelah berminggu-minggu kabar tersebut berlalu, beredar desas-desus mengenai seorang pertapa sakti yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit apapun termasuk yang diderita oleh Sang Dewi Sekardadu. Mendengar berita itu, Sang Prabu Menak Sembuyu memerintahkan Patihnya, yaitu Patih Bajulsengara untuk mencari pertapa tersebut yang tersiar kabar bahwa dia tinggal di sebuah bukit di atas gunung Selangu.

Patih Bajulsengara yang mencari keberadaan pertapa tersebut akhirnya sampai di atas puncak Gunung Selangu. Di tempat tersebut, Sang Patih melihat sosok lelaki bercahaya yang berpakaian serba putih sedang bersujud. “Siro iku sopo, Cak?”, tanya Patih Bajulsengara. ”Sang aran iku Syeikh Maulana Ishak, Siro sopo? Onok opo sobo nang nggoné éson?”, jawab Syeikh Maulana Ishak. Patih Bajulsengara akhirnya yakin bahwa yang ditemuinya itu adalah orang yang dicarinya selama ini di Gunung Selangu.

Sang Patih pun langsung menyatakan tujuannya ke Syeikh Maulana Ishak. ”Maksud êson nang kéné iku apéné njaluk tulung siro gaé ngêwarasno Dewi Sekardadu karo ngilangno penyakit nang Blambangan sing mongsoné penyakit”, kata Sang Patih Bajulsengara. Mendengar permintaan Patih Bajulsengara, Syeikh Maulana Ishak menyetujuinya dengan satu syarat, apabila Putri Dewi Sekardadu berhasil disembuhkan dan wabah penyakit itu hilang, maka Prabu Menak Sembuyu harus memeluk Agama Islam.

Setelah tiga hari tiga malam Syeikh Maulana Ishak mengobati Dewi Sekardadu, maka atas seijin Allah SWT, Dewi Sekardadu akhirnya diberi kesembuhan dan wabah pageblug berangsur angsur hilang di Blambangan. Sang Prabu Menak Sembuyu yang tahu kesembuhan putrinya tersebut merasa sangat senang dan langsung menepati janjinya untuk menikahkan Syeikh Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu dan memeluk Agama Islam. Rakyat Negeri Blambangan yang tahu tentang kesaktian Syeikh Maulana Ishak berangsur-angsur mulai berpindah agama menjadi muslim.

Setelah berbulan-bulan Syeikh Maulana Ishak menjalani kehidupannya, ternyata ada yang tidak suka dengan keberadaan Syeikh Maulana Ishak. Orang itu adalah Prabu Menak Sembuyu, mertua dari Syeikh Maulana Ishak. Hal itu dikarenakan Prabu Menak Sembuyu sejatinya tidak benar benar memeluk Agama Islam dan tidak ingin masyarakat negerinya yang beralih ke Agama Islam semakin meluas.

Syeikh Maulana Ishak yang tahu akan hal itu berniat untuk meninggalkan Negeri Blambangan dan meninggalkan Dewi Sekardadu yang sedang mengandung 7 bulan, serta berpesan untuk memberi nama Raden Paku pada anaknya apabila yang terlahir nanti laki-laki. Tiga bulan setelah kepergian Syeikh Maulana Ishak, Dewi Sekardadu melahirkan putra laki laki yang diberi nama Raden Paku sesuai dengan amanah Syeikh Maulana Ishak. Prabu Menak Sembuyu yang tahu akan hal tersebut, berniat membunuh bayi laki-laki tersebut, namun dicegah oleh Dewi Sekardadu. Karena niatan untuk membunuh gagal, Prabu Menak Sembuyu memerintahkan untuk meletakkan Raden Paku ke dalam peti dan membuangnya ke laut lepas.  selanjutnya

Angka Halaman 2

Pergi ke halaman

Angka Halaman 1Angka Halaman 2Angka Halaman 3Angka Halaman 4Angka Halaman 5Angka Halaman 6Angka Halaman 7Angka Halaman 8Angka Halaman 9Angka Halaman 10Angka Halaman berikutnya